Ancaman Denda Puluhan Juta Rupiah Sebelum Novia Gugur di Latsarmil
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Novia Rahmadhani Sihotang. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Padangsidimpuan, ReportaseNews – Seorang peserta Koperasi Desa dan Nelayan Merah Putih (KDNMP) asal Padangsidimpuan, Novia Rahmadhani Sihotang (25), yang meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil), ternyata sempat didera keraguan terkait kejelasan status pekerjaan hingga aturan denda puluhan juta rupiah sebelum akhirnya memutuskan berangkat.
Abang kandung korban, Hary Suanto (28), mengatakan adiknya berkali-kali mencurahkan isi hati mengenai kegelisahannya setelah dinyatakan lulus seleksi. Menurut Hary, keraguan pertama muncul karena proses dari kelulusan hingga keberangkatan ke Kota Medan dinilai terlalu terburu-buru, disusul oleh ketidakpastian masa depan pekerjaan yang akan dijalani korban.
“Ketika mendapatkan kelulusan, dia masih memiliki keraguan terhadap latihan ini. Kami juga belum mengetahui berapa gaji yang akan diterima. Status pekerjaannya juga belum jelas, apakah menjadi PNS atau seperti apa. Yang beredar saat itu hanya informasi bahwa peserta nantinya akan menjadi karyawan BUMN dengan sistem kontrak,” ujar Hary, seperti diberitakan detik.com yang dikutip pada Jumat (26/6/2026).
Selain masalah transparansi kerja, pihak keluarga juga menyoroti adanya aturan yang mengikat peserta secara finansial jika mundur di tengah jalan. Hary menyebutkan ketentuan mengenai denda administratif tersebut tidak diinformasikan sejak awal, melainkan baru disodorkan setelah seluruh proses registrasi ulang selesai dilakukan.
“Setelah registrasi ulang, baru keluar surat pernyataan yang berisi perjanjian bahwa peserta yang mengundurkan diri akan dikenakan denda. Surat pernyataan itu juga berlaku sampai masa pendidikan dan pelatihan,” ungkap Hary.
Informasi mengenai denda yang mencapai angka puluhan juta rupiah itu sempat membuat warga Jalan SM Raja, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan ini gamang. Namun, karena tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan dan didorong dukungan keluarga yang menyerahkan keputusan kepadanya, Novia akhirnya memantapkan tekad untuk tetap berangkat mengikuti Latsarmil hingga akhirnya mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit. (Dtk)
- Penulis: RN-03




Saat ini belum ada komentar