Breaking News
Trending Tags

PETI di Madina Makan Korban, Polda Sumut Janji Gelar Operasi Penindakan Pasca Lebaran

  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Madina, ReportaseNews – Dua nyawa penambang emas melayang seketika setelah tertimbun material tanah yang longsor secara tiba-tiba di lokasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) wilayah Tanoman, Desa Simanguntong, Kecamatan Batangnatal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Rabu (18/3/2026) sore.

Tragedi memilukan itu kembali menyentak publik, membuktikan bahwa gemerlap butiran emas di aliran sungai dan perbukitan Madina seringkali harus dibayar dengan nyawa manusia yang mencari nafkah di bawah bayang-bayang ketidakpastian hukum dan standar keselamatan yang nihil.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, saat para pekerja sedang asyik mengoperasikan mesin dompeng—alat penyedot material tanah untuk memisahkan butiran emas. Di tengah deru mesin yang bising, dinding tanah di lokasi pengerjaan mendadak runtuh tanpa peringatan.

Dari empat orang yang berada di lokasi, dua di antaranya tidak sempat menyelamatkan diri. Martaon (40), warga Desa Simanguntong, dan Amri (46), warga Desa Ampung Padang, ditemukan tewas tertimbun material longsoran. Sementara satu rekan mereka bernama Kholidin dilaporkan dalam kondisi kritis dan tengah berjuang melewati masa maut di rumah sakit. Sedangkan satu pekerja lainnya berhasil selamat dari maut.

Kabar mengenai aktor di balik aktivitas berisiko ini pun mulai mencuat ke permukaan. Sosok berinisial M, yang merupakan warga Desa Simanguntong, disebut-sebut sebagai pemodal atau “cukong” yang mendanai operasional tambang maut tersebut.

Seorang sumber terpercaya di lapangan mengungkapkan, M adalah pihak yang seharusnya paling bertanggung jawab atas keselamatan para pekerjanya.

“Pak M-lah yang bertanggungjawab kepada dua karyawannya yang meninggal saat sedang bekerja di lokasi tambang itu, karena dia pemodal tambang itu,” tegas sumber tersebut dengan nada getir.

Informasi yang dihimpun menunjukkan aktivitas tambang emas ilegal di lokasi Tanoman ini bukanlah hal baru, melainkan praktik lama yang terus dibiarkan berlangsung meski risikonya sangat nyata.

Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Sonny Irawan. (Foto: ReportaseNews/RN-01)

Ketertarikan warga untuk terjun ke lubang-lubang tambang ilegal ini bukan tanpa alasan. Faktor ekonomi menjadi pendorong utama di tengah sulitnya mencari lapangan pekerjaan yang layak di kabupaten ini. Bayangan keuntungan besar harian menjadi magnet yang sulit ditolak.

“Kalau kabarnya penambang biasa mendapatkan 20 hingga 30 gram emas setiap perharinya,” ujar sumber tersebut, menggambarkan betapa menjanjikannya hasil dari perut bumi Batangnatal jika keberuntungan sedang berpihak.

Namun, janji kemakmuran itu sering kali berakhir menjadi duka mendalam, terutama bagi keluarga yang ditinggalkan tepat di saat mereka bersiap menyambut hari raya Idul Fitri.

Camat Batangnatal Wahyu Siregar tidak menampik adanya musibah yang terjadi di wilayah otoritasnya. Dia membenarkan bahwa insiden longsor tersebut terjadi di lokasi PETI yang memang dikenal rawan.

“Benar ada kejadian longsor di lokasi PETI Desa Simanguntong. Dua orang meninggal dunia, satu dalam perawatan,” kata Wahyu.

Jenazah kedua korban, Martaon dan Amri, telah dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat pada Kamis siang setelah prosesi salat Zuhur, diiringi isak tangis keluarga yang kehilangan tulang punggung mereka.

Di sisi penegakan hukum, Polres Madina menyatakan mereka masih terus mendalami kasus ini. Kapolres Madina AKBP Bagus Priyandi memberikan pernyataan singkat mengenai status penyelidikan yang tengah berlangsung. “Trmksh bpk. Msh dalam penanganan polres madina. Selanjutnya silahkan koord dgn kasi humas polres madina,” ungkapnya, Kamis (19/3/2026).

Meski demikian, Kapolres belum merinci apakah pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap M sebagai pemodal atau saksi-saksi lain yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

Ketegasan polisi dinanti publik agar hukum tidak hanya tajam ke bawah kepada para pekerja, tetapi juga menyentuh para pemilik modal yang meraup keuntungan besar dari praktik ilegal ini.

Tragedi Simanguntong ini sebenarnya terjadi di tengah gencarnya operasi pembersihan PETI oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut).

Hanya berselang dua pekan sebelumnya, tepatnya pada 2 Maret 2026, tim gabungan Polda Sumut berhasil mengamankan 12 unit ekskavator di kawasan Sungai Batang Gadis, perbatasan Tapsel-Madina.

Saat itu, Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Sonny Irawan sempat menegaskan komitmennya untuk memberantas habis tambang ilegal.

“Informasi dari masyarakat ini sangat berarti dan kami mengucapkan apresiasi. Nanti setelah kita mendapatkan informasi yang akurat, tentunya kami jajaran Polda Sumut di bawah Komando Bapak Kapolda akan menindaklanjuti informasi tersebut,” ujar Sonny.

Namun, nyatanya, operasional tambang dengan alat lebih sederhana seperti mesin dompeng masih menjamur dan luput dari pengawasan ketat hingga memakan korban jiwa.

Pengamat ekonomi lokal, Irwan Daulay, menilai fenomena PETI di Madina adalah potret kegagalan negara dalam memberikan jaminan kesejahteraan. Menurut dia, setiap nyawa yang hilang di lubang tambang adalah tanggung jawab moral pemerintah. Rakyat dipaksa bertaruh nyawa karena tidak ada alternatif sumber ekonomi yang aman dan legal.

Selama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum hanya memberikan respons insidental—seperti menindak setelah ada korban atau melakukan operasi sesaat—tanpa menyentuh akar permasalahan ekonomi dan perizinan, maka siklus kematian di tambang emas ilegal Madina dipastikan akan terus berulang. (Tim/RN-03)

  • Penulis: Saparuddin Siregar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Reportase Pilihan

  • Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri. (FOTO: RN/RN-01)

    Polisi Telusuri Jejak Pelaku Penyiraman Cairan Berbahaya di Salemba

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle A6
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews— Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan penyelidikan kasus penyiraman cairan berbahaya di Salemba, Jakarta Pusat yang menyebabkan seorang korban mengalami luka bakar serius. Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Metro Jaya, kepolisian menegaskan bahwa proses penanganan perkara tersebut dilakukan secara profesional dengan mengedepankan bukti dan fakta penyelidikan. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep […]

  • Stasiun Yogyakarta. (Foto: RN/Tama)

    Tiket KA Lebaran Daop 6 Yogyakarta Sudah Terjual 58 Persen

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Yogyakarta, ReportaseNews – PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta mencatat penjualan tiket kereta api jarak jauh untuk masa Angkutan Lebaran 2026 telah melampaui setengah dari total kapasitas yang disediakan. ‎Selama periode Angkutan Lebaran yang berlangsung selama 22 hari, mulai 11 Maret hingga 1 April 2026, KAI Daop 6 Yogyakarta menyediakan kapasitas sebanyak 525.350 tempat […]

  • PMII Bongkar Keterlibatan Oknum TNI dalam Tambang Emas Ilegal di Madina

    PMII Bongkar Keterlibatan Oknum TNI dalam Tambang Emas Ilegal di Madina

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Saparuddin Siregar
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Mandailing Natal (PMII Madina) mengungkap dugaan keterlibatan sejumlah oknum aparat TNI yang berperan sebagai pelindung hingga pelaku bisnis Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kecamatan Batangnatal, Kabupaten Madina, Sumatera Utara. Ketua PC PMII Madina Abdul Rahman Hasibuan mengungkapkan, pihaknya telah mengantongi berbagai laporan masyarakat mengenai praktik […]

  • Memasuki Musim Tanam, BNPB Genjot Pembersihan Lahan Pertanian terdampak Bencana di Aceh

    Memasuki Musim Tanam, BNPB Genjot Pembersihan Lahan Pertanian terdampak Bencana di Aceh

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Handa
    • 0Komentar

      Jakarta, ReportaseNews.com – Pasca  bencana bandang yang menerjang  provinsi  Sumatera  dan Aceh, Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB) bersama pemerintah desa dan warga setempat kini tengah menggenjot pembersihan lahan pertanian yang terdampak di Kampung Toweren, Lut Tawar, Aceh Tengah, Aceh. Sejumlah kendaraan alat berat dioperasikan untuk  memindahkan gelondongan kayu dan tumpukan lumpur dari areal persawahan. […]

  • Istri Siri Serahkan Diri ke Polisi Usai Bunuh Suami di Tigaraksa

    Istri Siri Serahkan Diri ke Polisi Usai Bunuh Suami di Tigaraksa

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Saparuddin Siregar
    • 0Komentar

    Tangerang, ReportaseNews – Kasus pembunuhan menggemparkan warga di kawasan Kapling Pinang, Kelurahan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Seorang pria berinisial J ditemukan tewas setelah dihabisi oleh istri sirinya sendiri, EM, pada Kamis (5/3/2026) petang. Pengungkapan kasus ini bermula dari langkah mengejutkan yang diambil pelaku. Alih-alih melarikan diri, EM mendatangi Mapolresta Tangerang pada Jumat (6/3/2026) siang sekitar pukul […]

  • Sikat Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Madina-Tapsel, Polda Sumut Amankan 12 Ekskavator

    Sikat Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Madina-Tapsel, Polda Sumut Amankan 12 Ekskavator

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Saparuddin Siregar
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Petugas gabungan Ditkrimsus dan Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) berhasil mengamankan 12 unit ekskavator dalam operasi penindakan tambang emas liar di wilayah perbatasan antara Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Tapanuli Selatan (Tapsel), Senin (2/3/2026). Operasi besar-besaran itu dilakukan sebagai respons cepat kepolisian terhadap laporan masyarakat melalui video viral mengenai aktivitas tambang […]

expand_less