Label Sekolah Favorit Pudar, SMAN 1 Purwokerto Bergerak
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

SMA Negeri 1 Purwokerto memperkuat kualitas pendidikan dan ikatan alumni di tengah memudarnya istilah sekolah favorit akibat kebijakan PPDB terbaru. (Foto: RN/Kus)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Purwokerto, ReportaseNews – Perubahan kebijakan pendidikan nasional mulai menggeser istilah “sekolah favorit”. Di tengah situasi itu, SMA Negeri 1 Purwokerto memilih fokus menjaga mutu pembelajaran sekaligus mempererat jaringan alumni lintas generasi.
Di Purwokerto, sekolah ini menilai kualitas pendidikan tidak lagi bergantung pada label, tetapi pada konsistensi pembinaan akademik dan karakter siswa. Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang membagi jalur masuk menjadi prestasi, afirmasi, domisili, dan perpindahan orang tua dinilai membawa komposisi siswa yang lebih beragam.
Kepala sekolah, Tjaraka Tjunduk Karsadi, menyatakan pemerataan kualitas pendidikan menjadi tujuan utama kebijakan tersebut. “Tidak ada lagi sekolah favorit. Semua sekolah harus menjadi favorit dengan kualitas yang merata,” kata Tjaraka, Kamis (26/3/2026).
Perubahan komposisi siswa membuat sekolah harus menyesuaikan strategi pembelajaran. Jika sebelumnya ruang kelas didominasi siswa dengan prestasi akademik tinggi, kini latar belakang peserta didik lebih heterogen. Kondisi ini mendorong penguatan metode pembelajaran diferensiasi dan pendampingan karakter.
Meski menghadapi tantangan baru, sekolah tetap mempertahankan standar mutu melalui peningkatan kompetensi guru, pengembangan kegiatan akademik, serta penguatan budaya disiplin. Langkah ini dinilai penting agar reputasi pendidikan tetap terjaga tanpa bergantung pada status “unggulan”.
Di sisi lain, penguatan identitas sekolah dilakukan melalui temu alumni lintas generasi. Kegiatan tersebut mempertemukan lulusan lama dan baru dalam satu forum kebersamaan yang sarat nostalgia dan inspirasi.
Pertemuan itu tidak hanya menjadi ajang reuni, tetapi juga ruang berbagi pengalaman karier dan motivasi. Kehadiran alumni diharapkan mampu memberikan dorongan bagi siswa sekaligus memperkuat dukungan terhadap pengembangan sekolah.
Pihak sekolah menilai hubungan antar generasi alumni dapat menjadi modal sosial penting. Selain menjaga tradisi, jaringan tersebut dinilai mampu membantu peningkatan kualitas pendidikan melalui kolaborasi program dan mentoring.
Ke depan, SMA Negeri 1 Purwokerto berkomitmen mempertahankan budaya kebersamaan tersebut. Tanpa label “favorit”, sekolah menegaskan kualitas tetap dapat dibangun melalui konsistensi, kolaborasi, dan semangat kolektif seluruh warga sekolah. (Kus)
- Penulis: Kus
- Editor: Ullifna Tamama



Saat ini belum ada komentar