Tim SAR Temukan Satu Jenazah dari Dua Korban Terseret Arus Sungai Pangkal Titi Asahan
- calendar_month 13 jam yang lalu
- print Cetak

Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah Bram Pasaribu (14) yang ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus Sungai Pangkal Titi, Kisaran, Kabupaten Asahan. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Asahan, ReportaseNews – Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah Bram Pasaribu (14) yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus Sungai Pangkal Titi, Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Penemuan jenazah itu hasil penyisiran intensif setelah korban dilaporkan hilang bersama rekannya, Prabu Batara Dewi Pangga Siregar (13), saat sedang mandi di sungai tersebut pada Jumat (27/3/2026) sore.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika menjelaskan, jasad Bram ditemukan oleh personel Pos SAR Tanjung Balai Asahan sekitar 1 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Petugas menggunakan perahu LCR dan peralatan water rescue untuk menyisir aliran sungai yang memiliki arus cukup kuat sebelum akhirnya menemukan korban pada Sabtu (28/3/2026).
Meskipun satu korban telah ditemukan, fokus operasi kini dialihkan untuk menemukan Prabu yang hingga kini keberadaannya masih misterius.
Hery mengatakan pencarian tidak akan dikendurkan dan seluruh sumber daya telah dikerahkan ke titik-titik yang dianggap rawan di sepanjang aliran sungai guna memastikan korban kedua segera terdeteksi.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban. Saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap satu korban lainnya. Seluruh unsur kami kerahkan secara maksimal, baik personel maupun peralatan agar korban dapat segera ditemukan,” ujar Hery Marantika.
Hingga berita ini ditayangkan, tim gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pemetaan ulang arus sungai. Petugas memperluas area penyisiran dari titik penemuan korban pertama dengan harapan sisa material atau tanda-tanda keberadaan korban kedua segera ditemukan sebelum cuaca memburuk. (RN-03)
- Penulis: Saparuddin Siregar



Saat ini belum ada komentar