Selamat Jalan Cak! Jurnalis Tangguh yang Murah Hati (Sebuah Obituari)
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Oleh : Viandi
Depok, ReportaseNews – Mendadak ingatan saya terlempar jauh ke masa-masa liputan bersama Cak Herlambang Saja. Rasanya baru kemarin kita jatuh bangun berburu berita.
Mulai dari menyisir Desa Tenggulun yang gersang, kampung halamannya Amrozi, terpidana Bom Bali, sampai menelusup ke gelapnya dunia malam Surabaya.
“ Ayo Cak PTC (Piece to Camera)! “ Pintaku spontan di depan pesantren Al- Islam yang di kelola kakaknya Amrozi.
“ Pitici iku opo bang?” Tanyanya bingung
“ Elu ngomong ke kamera, jelasin konklusi singkat liputan kita. Terus diakhir kasih nama kita dan lokasi kita meliput” balasku
“ Aku belom pernah Pitisi bang.” Mukanya berubah pucat .
Saya maklum karena mantan redaktur Desk Ibukota harian Merdeka ini baru saja bergabung di News TranstV Surabaya, pastilah belum akrab cara kerja TV .
Setelah ngobrol singkat tehnik PTC, maka jadilah siang yang meranggas di Lamongan itu jadi hari uji praktek PTC Cak Lambang . Gak inget gw berapa kali retake PTC (On Cam)nya. Yang pasti banyak dan seru dah! Hehe..

Almarhum (kanan) bersama rekan jurnalis Budi Tanjung dan M. Walid.
Cak Lambang, begitu kami menyapanya, adalah prototipe jurnalis dengan determinasi tinggi. Beliau tidak kenal kata menyerah. Pergaulannya yang sangat luas membuat kawan-kawan jurnalis Jakarta pada masa itu merasa sangat terbantu. Kalau sudah urusan menembus narasumber ‘istimewa’ yang sulit disentuh, Cak Lambang-lah kuncinya. Beliau selalu memudahkan jalan bagi kawan-kawannya.
Pada suatu waktu untuk keperluan program Kupas Tuntas, sebuah program talkshow yang diperkaya dengan liputan investigasi, saya pernah dituntun Cak Lambang menelusup sebuah kampung Doli, hmm ..u know so well lah nama tempat itu. Cak Lambang bisa dengan caranya yang unik menghubungkan nara sumber dari berbagai kalangan.
Yang paling kawan kawan inget tentu voice ring tone cak lambang yang bikin ketawa dan menggemaskan .,
Jika ada telepon masuk suara pasti berbunyi ; “Mas Herlambang telponnya diangkat dong ..” suara memanggil berlogat banci lantang teriak kocak bikin yang dengar tersenyum bahkan terbahak .
Di balik kegigihannya di lapangan, di antara hari-hari yang pendek, saya beruntung bisa menjadi saksi atas kegelisahan dan pencarian jati dirinya. Saya melihat sisi manusiawinya yang terus berproses menjadi lebih baik. Insya Allah, beliau min ahlul khair… Aamiin.
Setelah lama kau berjuang melawan diabetes, seorang kawan mengabarkan semalam sampean telah berpulang ke rahmatullah.
Cak Lambang, maturnuwun yo, Rek! Seneng rasane sampeyan wes dadi kancaku sing apik lan nyenengake.
Ya Rabb, sesungguhnya Engkau Maha Rahman dan Rahim. Kami bermunajat pada-Mu… Terimalah amal ibadahnya, ampuni segala khilaf dan dosa sahabat kami ini. Wahai Yang Maha Pemberi Rahmat dan Maghfirah, tempatkanlah ia di tempat terbaik di sisi-Mu.
Selamat jalan, Cak. Tugasmu sudah tunai. Aamiin YRA
Depok 4 Mei 2026.
- Penulis: Didik



Saat ini belum ada komentar