Polisi Dalami Dua Peristiwa Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Green SM jadi sorotan usai kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur. Korban tewas 14 orang, publik kritik pernyataan resmi yang dinilai minim empati. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya terus mendalami kasus kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi Timur. Polisi kini fokus mengusut dua rangkaian peristiwa, yakni tabrakan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek serta kecelakaan KRL dengan taksi online di perlintasan rel.
Pada Jumat (8/5/2026), penyidik memeriksa tiga saksi dari PT KAI Daop 1 Jakarta di Kantor KAI Manggarai, Jakarta Pusat. Ketiganya terdiri dari petugas bidang sinyal dan telekomunikasi, pengawas operasional wilayah selatan, hingga petugas layanan di dalam KRL yang mengalami insiden tabrakan.
Selain memeriksa pihak PT KAI, penyidik juga meminta keterangan sejumlah pegawai PT SM Green and Smart Mobility Indonesia atau Green SM. Pemeriksaan dilakukan terhadap bagian rekrutmen pengemudi, pelatihan sopir, divisi perawatan kendaraan, hingga manajemen operasional wilayah Bekasi.
Polisi turut memeriksa sopir taksi online berinisial RR yang menjadi korban pertama dalam kecelakaan dengan KRL di perlintasan kereta.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengatakan proses penyelidikan masih berjalan bersama sejumlah pihak terkait.
“Pada hari ini, Jumat, 8 Mei 2026, penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya sedang melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi dari PT KAI Daop 1 Manggarai, Jakarta Pusat,” ujar Budi kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan, saksi yang diperiksa berasal dari berbagai bidang teknis dan operasional yang berkaitan dengan perjalanan kereta.
“Selanjutnya, keterangan dari saksi PT Hans SM Green and Smart Mobility Indonesia juga sudah diambil keterangannya,” katanya.
Menurut Budi, penyidik Polda Metro Jaya bekerja bersama Puslabfor Bareskrim Polri dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
“Sampai saat ini proses masih berjalan, dan secara simultan penyidik Polda Metro Jaya, Puslabfor Bareskrim Polri bersama KNKT seiring sejalan melakukan pendalaman sesuai dengan tugas pokok masing-masing,” kata Budi.
Polda Metro Jaya juga memastikan pendalaman dilakukan terhadap dua kejadian sekaligus, yakni insiden taksi online dengan KRL dan kecelakaan antara KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek.
“Kami juga menghormati tim dari KNKT yang turun terkait tentang musibah kecelakaan mobil taksi online dengan kereta KRL, begitu juga KRL dengan Kereta Cepat Argo Bromo Anggrek. Tim penyidik dari Polda Metro Jaya juga sama-sama mendalami dua peristiwa yang terjadi,” tutup Budi. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar