Bupati Blora Sidak Pasar Hewan, Penjualan Sapi Naik 2 Kali Lipat
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Blora, ReportaseNews – Pemerintah Kabupaten Blora memantau aktivitas perdagangan hewan ternak di Pasar Hewan Pasar Pon menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Pemantauan dilakukan langsung oleh Bupati Blora, Arief Rohman, untuk memastikan distribusi hewan kurban berjalan lancar sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Kondisi pasar terlihat lebih ramai dibanding hari biasa. Transaksi sapi mengalami lonjakan signifikan seiring meningkatnya kebutuhan hewan kurban menjelang Idul Adha.
Pada hari normal, jumlah sapi yang diperdagangkan berkisar 300 ekor. Namun, menjelang Idul Adha, angka penjualan meningkat hingga 600 sampai 800 ekor sapi dalam satu hari pasar.
“Menjelang Idul Adha ini aktivitas perdagangan ternak memang meningkat cukup signifikan. Ini menunjukkan perputaran ekonomi masyarakat juga sangat baik,” kata Arief Rohman di Blora, Sabtu.
Menurut dia, meningkatnya permintaan hewan kurban membawa dampak positif bagi peternak dan pedagang sapi lokal. Pasar hewan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat pedesaan selama musim kurban.
Jenis sapi yang paling banyak diminati pembeli antara lain sapi Limousin, Simental, dan Peranakan Ongole atau PO. Mayoritas hewan yang dijual merupakan sapi jantan dengan bobot antara 400 hingga 600 kilogram.
Dengan harga rata-rata sekitar Rp15 juta per ekor, total perputaran uang di Pasar Pon Blora diperkirakan mencapai sekitar Rp9 miliar selama momentum Idul Adha.
Arief juga meminta pedagang menjaga kondisi kesehatan hewan ternak yang diperjualbelikan. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh sapi dalam kondisi sehat dan layak dijadikan hewan kurban.
“Kami berharap aktivitas perdagangan ini bisa terus meningkatkan kesejahteraan peternak dan pedagang lokal, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Selain memantau transaksi jual beli, petugas kesehatan hewan turut melakukan penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan pengangkut sapi yang masuk ke area pasar. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit ternak, termasuk penyakit mulut dan kuku (PMK).
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Blora, drh. Rasmiana, mengatakan pengawasan kesehatan ternak diperketat menjelang Idul Adha.
“Hewan yang dijual di pasar harus steril dari penyakit, salah satunya penyakit mulut dan kuku. Kami melakukan penyemprotan disinfektan sebelum kendaraan masuk ke lokasi pasar hewan,” ujarnya.
Ia menegaskan, ternak yang terindikasi sakit tidak diperbolehkan diperdagangkan.
“Apabila ditemukan hewan yang mengidap penyakit, akan kami cegah untuk dijual dan diminta dibawa pulang kembali,” tambahnya.
Sementara itu, tingginya permintaan sapi kurban juga dirasakan langsung para pedagang. Salah satu pedagang sapi asal Kecamatan Bogorejo, Pak Nopung, mengaku seluruh sapi dagangannya habis terjual dalam satu hari.
“Untuk hari ini saya membawa tujuh sapi dan laku semua, Mas. Harga per ekornya ada yang terjual Rp24 juta, Rp19 juta, dan Rp13 juta. Sapinya saya bawa dari Ketringan,” katanya.
Ia menyebut harga sapi mulai mengalami kenaikan dibanding hari biasa dan diperkirakan masih akan terus meningkat mendekati Idul Adha.
“Untuk harganya kali ini mengalami kenaikan lebih dari Rp1 juta. Dan menjelang Idul Adha nanti kemungkinan akan naik lagi, terutama untuk sapi ukuran kecil,” ujarnya.
Sapi-sapi dari Pasar Pon Blora diketahui dipasarkan ke berbagai daerah di Pulau Jawa, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Jawa Barat. Ramainya aktivitas perdagangan tersebut menjadi indikator meningkatnya perputaran ekonomi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha. (And)
- Penulis: Andi
- Editor: Ullifna Tamama




Saat ini belum ada komentar