Duka di Batangtoru, Satu Korban Longsor Tapsel Ditemukan Tewas
- calendar_month 15 menit yang lalu
- print Cetak

Tim SAR gabungan menemukan Yasine Gulo (43) sudah meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor di Lingkungan II, Kelurahan Wek I, Kecamatan Batangtoru, Tapsel, Selasa (19/5/2026). (FOTO: ISTIMEWA)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tapsel, ReportaseNews – Tim SAR gabungan kini memfokuskan kekuatan untuk menemukan Sariman Gulo (22), setelah sang ayah, Yasine Gulo (43), ditemukan meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor di Lingkungan II, Kelurahan Wek I, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Selasa (19/5/2026).
Fokus operasi penyelamatan bergeser ke area sekitar runtuhan material tanah begitu jasad sang ayah berhasil dievakuasi dari bawah timbunan. Kedua korban sebelumnya dilaporkan hilang bersamaan saat berupaya menyelamatkan saluran air di belakang rumah mereka ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak Senin (18/5/2026) sore.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel Idham Halid Pulungan menjelaskan, penemuan jasad Yasine menjadi penanda bahwa pencarian sang anak harus dipercepat mengingat kondisi medan yang rentan.
“Korban ditemukan sekitar pukul 09.15 WIB tidak jauh dari lokasi kejadian. Korban lainnya, Sariman Gulo (22), anak Yasine, hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan,” kata Idham Halid Pulungan.
Jenazah Yasine langsung dilarikan ke Puskesmas Batangtoru sebelum akhirnya diserahkan ke pihak keluarga yang sedang dirundung duka mendalam. Sementara di lokasi bencana, puluhan personel dari berbagai unsur terus berjibaku dengan waktu dan cuaca yang tidak menentu demi melacak keberadaan Sariman.
Kapolsek Batangtoru AKP Penggar M. Siboro mengatakan strategi pencarian saat ini dikombinasikan demi efisiensi waktu dan keamanan personel di lapangan.
“Pencarian dilakukan menggunakan alat berat dan peralatan manual bersama personel BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat setempat,” ujar AKP Penggar M. Siboro.
Bencana ini bermula ketika wilayah Batangtoru diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak Senin sore hingga malam hari. Berdasarkan penuturan pihak keluarga, bapak dan anak tersebut awalnya hanya berniat ke belakang rumah untuk memperbaiki saluran air yang tersumbat. Namun nahas, tebing di atas mereka runtuh sebelum keduanya sempat menyelamatkan diri. (Lily)
- Penulis: RN-03




Saat ini belum ada komentar