Polres Cianjur Bangun Rumah, Harapan Baru untuk Nenek Encih di Pagelaran
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cianjur, ReportaseNews – Matahari baru naik ketika aktivitas di Kampung Maga, Desa Pasirbaru, Kecamatan Pagelaran, mulai ramai, Minggu (22/2/2026). Di sebuah rumah sederhana yang nyaris roboh, sejumlah polisi, aparat desa, dan warga berkumpul. Pagi itu bukan sekadar kunjungan biasa. Di sinilah harapan baru untuk Nenek Encih dimulai.
Kapolres Cianjur A. Alexander Yurikho Hadi datang langsung memimpin peletakan pembangunan awal Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Seragam cokelat yang dikenakan para personel Polres Cianjur berpadu dengan warga yang bergotong royong, menciptakan pemandangan yang hangat di tengah keterbatasan.
Rumah yang selama ini ditempati Nenek Encih berdinding rapuh dengan atap seadanya. Ia hidup seorang diri di usia senja, bergantung pada bantuan sekitar.
Kedatangan rombongan polisi pagi itu disambut haru. Bantuan sembako, santunan, hingga perlengkapan tidur diserahkan langsung, sementara rencana pembangunan rumah layak huni mulai disiapkan.
Dirbinmas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Wadi Sa’bani yang turut hadir meminta agar Nenek Encih tetap kuat menjalani hidup. Ia juga mengingatkan warga sekitar untuk ikut menjaga dan memperhatikan lansia tersebut. Pemerintah desa diminta menyiapkan tempat tinggal sementara selama proses pembangunan berlangsung.
Di tengah kerumunan warga, Kapolres Cianjur menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bantuan simbolis. Menurutnya, Polri harus hadir dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, terutama mereka yang berada dalam kondisi paling rentan.
“Kami ingin memastikan beliau memiliki rumah yang layak dan kebutuhan dasarnya terpenuhi. Kami juga meminta jajaran dan pemerintah desa terus memantau kebutuhan mendesak Nenek Encih,” ujarnya.
Pembangunan rumah itu nantinya akan dikerjakan bersama oleh personel Polsek, Bhabinkamtibmas, dan warga setempat. Gotong royong menjadi kunci, sekaligus memperlihatkan kuatnya solidaritas di kampung tersebut.
Bagi warga Kampung Maga, momen itu bukan hanya tentang pembangunan rumah. Kehadiran polisi yang bekerja bersama masyarakat menghadirkan rasa kedekatan yang jarang terlihat dalam keseharian.
Di halaman rumah yang akan segera dibangun ulang itu, Nenek Encih duduk menyaksikan satu per satu proses dimulai. Di usianya yang tak lagi muda, bantuan tersebut menjadi lebih dari sekadar tempat tinggal baru—melainkan tanda bahwa ia tidak sendiri. Harapan itu kini berdiri, perlahan, dari tanah Pagelaran.
(RN-09)
- Penulis: Ferdy Ferdy


Saat ini belum ada komentar