Harga Plastik Mahal, Omzet Pedagang Ajibarang Terjun Bebas
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

Kenaikan harga plastik di Ajibarang, Banyumas, membuat omzet pedagang turun hingga 80 persen akibat lonjakan harga dan terbatasnya pasokan. (Foto: ReportaseNews/Kus)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyumas, ReportaseNews — Lonjakan harga plastik di Pasar Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memukul keras pelaku usaha kecil. Kenaikan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan omzet pedagang turun drastis hingga 80 persen.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh pelaku usaha di kawasan pasar. Aktivitas jual beli yang sebelumnya ramai kini cenderung sepi. Barang dagangan berupa berbagai jenis plastik masih tersedia, namun perputaran penjualan melambat tajam.
Miftah Nurrohmah, karyawan toko Dunia Plastik milik Miujiono, mengungkapkan situasi penjualan mengalami penurunan signifikan sejak harga melonjak.
“Biasanya ramai, sekarang sepi. Barang ada, tapi yang beli jauh berkurang,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan harga terjadi hampir di semua jenis plastik. Harga yang sebelumnya sekitar Rp28.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp56.000 per kilogram. Kondisi ini turut memengaruhi daya beli konsumen.
Selain harga yang meningkat, pasokan barang juga tersendat. Distribusi dari pabrik yang dibatasi membuat stok tidak selalu tersedia dalam jumlah cukup.
Situasi tersebut memaksa konsumen beralih ke produk dengan harga lebih murah, meski kualitasnya lebih rendah. Dampaknya, pedagang mengalami penurunan penjualan secara signifikan.
Pelaku usaha kecil menjadi kelompok yang paling terdampak. Banyak di antara mereka yang mengurangi pembelian bahan baku karena keterbatasan modal.
“Dulu bisa beli sampai sepuluh kilo, sekarang paling satu sampai dua kilo,” kata Weni.
Kondisi serupa juga dialami pedagang minuman tradisional, Siti Munjiati. Ia mengaku kesulitan menyesuaikan harga jual di tengah kenaikan biaya operasional.
“Kalau harga dinaikkan, pembeli bisa berkurang. Tapi kalau tidak, kami yang rugi,” ucapnya.
Ia menambahkan, harga plastik yang sebelumnya Rp10.000 kini naik menjadi Rp15.000. Meski terlihat tidak terlalu besar, kenaikan tersebut berdampak langsung pada keuntungan usaha.
Kenaikan harga bahan baku ini menunjukkan rentannya sektor usaha kecil terhadap fluktuasi pasar. Plastik yang selama ini menjadi kebutuhan utama justru menjadi beban tambahan bagi pedagang.
Para pelaku usaha berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga dan memperlancar distribusi. Tanpa intervensi, tekanan terhadap usaha kecil dikhawatirkan semakin berat dan berpotensi memicu penutupan usaha. (Kus)
- Penulis: Kusworo
- Editor: Ullifna Tamama



Saat ini belum ada komentar