Buka Puasa Bareng KSBSI, Kapolri Ingatkan Buruh Soal Ancaman Global
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak KSBSI menjaga persatuan dan kamtibmas saat buka puasa bersama di Jakarta, demi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. (Foto: RN/HO-Humas Polri)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengajak elemen buruh menjaga persatuan dan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah dinamika global yang kian memanas.
Ajakan itu disampaikan Sigit saat menghadiri buka puasa bersama Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Minggu (1/3/2026).
Menurut Sigit, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara Polri dan kalangan buruh, khususnya melalui Desk Ketenagakerjaan yang selama ini menjadi ruang komunikasi kedua pihak.
Ia menekankan bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi utama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
”Stabilitas kamtibmas agar tetap terjaga karena apapun kita bisa membangun, kita bisa melakukan pertumbuhan kalau situasi stabilitas keamanan terjaga karena itu modal utama,” kata Sigit.
Sigit juga menyoroti kondisi global yang dinilainya tidak sepenuhnya kondusif. Situasi tersebut, kata dia, berpotensi memunculkan dampak lanjutan terhadap stabilitas dalam negeri.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen, termasuk serikat buruh, untuk berkontribusi menjaga iklim yang mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi.
”Salah satunya dengan mendorong iklim investasi yang kondusif baik untuk asing maupun dalam negeri. Tentunya ini menjadi bagian kita untuk terus menjaga pertumbuhan ekonomi dan mendorong program Asta Cita Bapak Presiden,” ujarnya.
Lebih jauh, Sigit memastikan komitmen Polri dalam mengawal aspirasi dan perjuangan hak-hak buruh. Namun, ia mengingatkan agar seluruh proses tetap berada dalam koridor persatuan bangsa.
”Kita tetap menitipkan agar semuanya berjalan dengan konstruktif sehingga kemudian semuanya bisa kita jaga dan yang paling utama bagaimana persatuan dan kesatuan terus bisa kita kelola, kita jaga di tengah situasi global,” tutupnya. (RN-07)
- Penulis: Tama


Saat ini belum ada komentar