Anggota Polres Manggarai Timur Ditemukan Tewas Bunuh Diri
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kupang, ReportaseNews -Seorang anggota Polisi berinisial Bripka AR yang bertugas di Pos Polisi Mano, Kecamatan Lemba Leda Selatan Polres Manggarai Timur, ditemukan tewas bunuh diri pada Selasa (14/4) sore sekitar pukul 17.22 wita.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra menjelaskan Bripka AR ditemukan tewas gantung diri di sebuah rumah kosong dalam asrama polisi Pospol Mano.
“Saksi menemukan korban (Bripka AR) dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah rumah asrama kosong di samping Pospol Mano, Kecamatan Lemba Leda Selatan,” kata Kabid Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra melalui keterangan tertulis dikonfirmasi ReportaseNews.com, Rabu (15/4).
Menurut Henry, Bripka AR adalah anggota Polsek Borong, Polres Manggarai Timur yang diperbantukan di Pospol Mano.
Diterangkan Henry, korban pertama kali ditemukan sudah tidak bernyawa oleh masyarakat setempat sedang tergantung di seutas tali nilon di samping sebuah rumah kosong dalam asrama polisi tak jauh dari pos polisi Mano pada Kamis (14/4) sekitar pukil 17.22 wita.
“Laporan tersebut langsung diteruskan ke Piket Pamapta Polres Manggarai Timur,” ujar Henry.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto, memimpin langsung personel menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan evakuasi.
Henry menyebut hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan Unit Identifikasi Satreskrim Polres Manggarai Timur korban meninggal dunia akibat gantung diri menggunakan tali nilon.
“Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, korban ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri menggunakan tali nilon,” jelas Henry.
Selain olah TKP, pihak Polres Manggarai Timur juga melibatkan tim medis dari Puskesmas Mano yang dipimpin oleh dr. Maria Helen untuk.melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban.
Dan hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Sehingga disimpulkan oleh tim medis bahwa korban meninggal dunia akibat bunuh diri.
“Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi,” ujarnya.
Saat ini lanjut Henry, jenazah Bripka AR telah dipulangkan ke rumah duka di Cancar untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Polda NTT memastikan pendampingan maksimal kepada keluarga almarhum, termasuk dalam proses pemulasaraan jenazah hingga pengurusan hak-hak administrasi sebagai anggota Polri.
“Kami keluarga besar Polda NTT merasa sangat kehilangan. Semangat Polda NTT Penuh Kasih bukan sekadar slogan, tetapi wujud nyata kepedulian kami untuk hadir secara emosional dan memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan. Almarhum adalah bagian dari keluarga besar kami,” kata Henry.
Henry juga mengajak seluruh personel untuk menjadikan peristiwa ini sebagai momentum mempererat solidaritas, saling menjaga, serta meningkatkan kepedulian antar sesama anggota dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Ipda Zacky mengatakan dalam kasus tersebut pihaknya telah memeriksa empat orang saksi.
“Sudah empat saksi (yang diperikaa),” kata Ipda Zacky dihubungi ReportaseNews.com.
Dia menjelaskan.jenazah korban telah diserahkan ke pihak keluarga di Cancar.pada Rabu (15/4) dinihari pukul 03.00 wita usai dilakukan.proses pemulasaran.(EB/RN-04).
- Penulis: Didik



Saat ini belum ada komentar