Breaking News
Trending Tags

Kisah Bu Rini Warga Kebumen, 2 Dekade Menyapu Rezeki Dari Sapu Lidi

  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebumen, ReportaseNews — Di tengah arus produk modern, usaha berbasis kerajinan tradisional masih menunjukkan daya tahannya. Hal ini terlihat dari usaha sapu lidi yang dijalankan Rini (41), warga Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, yang tetap eksis sejak 2003.

‎Usaha yang berlokasi di sepanjang jalur Ayah–Karangbolong itu terus beroperasi secara konsisten. Sebelum menetap di Ayah, Rini sempat merintis usaha serupa di wilayah Ambal. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk mempertahankan usahanya hingga lebih dari dua dekade.

‎Dalam sehari, Rini mampu menghasilkan puluhan sapu lidi dengan proses yang relatif cepat.

‎“Untuk membuat satu sapu lidi hanya butuh waktu sekitar lima menit,” kata Rini, Selasa (14/4/2026).

‎Untuk memenuhi kebutuhan pasar, Rini tidak bekerja sendiri. Ia menggandeng sekitar 10 tenaga kerja yang mengerjakan produksi dari rumah masing-masing. Pola kerja ini dinilai efektif meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memberikan tambahan penghasilan bagi warga sekitar.

Rini tidak bekerja sendiri. Ia menggandeng sekitar 10 tenaga kerja yang mengerjakan produksi dari rumah masing-masing. (Foto: Facebook/Rini Jaya Mandiri)

Rini tidak bekerja sendiri. Ia menggandeng sekitar 10 tenaga kerja yang mengerjakan produksi dari rumah masing-masing. (Foto: Facebook/Rini Jaya Mandiri)

‎Dalam sebulan, jumlah produksi dapat mencapai sekitar 5.000 unit. Produk tersebut dipasarkan ke sejumlah wilayah, termasuk Cilacap, serta melayani pesanan dari berbagai kota lain.

‎Dari sisi harga, sapu lidi dijual Rp10.000 per buah untuk pembelian eceran. Adapun harga grosir berkisar Rp6.000 per buah, tergantung jumlah pemesanan.

‎Selain pemasaran langsung, Rini juga memanfaatkan platform digital untuk menjangkau konsumen. Ia memasarkan produknya melalui media sosial Facebook dengan akun “Rini Jaya Mandiri”.

‎Tak hanya sapu lidi, Rini turut mengembangkan produk lain berbahan alami, seperti piring lidi dan sapu lantai dari sabut kelapa. Produk-produk tersebut juga mendapat respons positif dari pasar.

‎Di sisi lain, Rini aktif berbagi pengetahuan melalui pelatihan pembuatan sapu dan piring lidi. Ia berharap keterampilannya dapat ditularkan kepada masyarakat luas.

‎Keberlanjutan usaha ini menunjukkan bahwa kerajinan tradisional tetap memiliki peluang di tengah persaingan industri modern. Konsistensi dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor utama dalam menjaga keberlangsungan usaha tersebut.

‎Kisah Rini menjadi contoh bahwa usaha kecil berbasis kearifan lokal tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan memberi dampak ekonomi bagi lingkungan sekitar. (Yogi/RN-07)

‎

  • Penulis: Tama

Reportase Pilihan

  • Langgar Kontrak, LPDP Tuntut 44 Awardee Kembalikan Dana Beasiswa ke Negara

    Langgar Kontrak, LPDP Tuntut 44 Awardee Kembalikan Dana Beasiswa ke Negara

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menjatuhkan sanksi kepada 44 awardee, karena terbukti tidak memenuhi ketentuan yang berlaku setelah menyelesaikan studi mereka di luar negeri. Sanksi ini bertujuan menjaga amanah dana publik dengan menindak tegas para penerima beasiswa yang mangkir dari kewajiban pengabdian. Direktur Utama LPDP Sudarto mengatakan dari total tersebut, 8 orang […]

  • Remaja Perempuan di NTT Diringkus Polisi Usai Curi Motor

    Remaja Perempuan di NTT Diringkus Polisi Usai Curi Motor

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Larantuka, ReportaseNews – Seorang remaja perempuan berinisial VID (16) Warga Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim) diringkus unit reaksi cepat (URC) Satreskrim Polres Flotim karena dilaporkan mencuri sebuah sepeda kotor milik warga. Kapolres Flores Timur, AKBP. Adhitya Octorio Putra mengatakan tersangka diringkus Sabtu (30/5) dinihari pukul 03.00 wita di kawasan Tabali, Kelurahan Sarotari, Kecamatan Larantuka. […]

  • Dankorbrimob Komjen Ramdani Hidayat minta maaf atas penganiayaan oleh Bripda MS di Maluku yang menewaskan siswa 14 tahun. Kasus ditarik ke Polda Maluku. (Foto: RN/HO-Humas Polri)

    Bripda MS Aniaya Siswa, Dankorbrimob Minta Maaf

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Komandan Korps Brimob Polri, Komjen Pol Ramdani Hidayat, menyampaikan permohonan maaf atas tindakan penganiayaan yang dilakukan anggota Brimob Polda Maluku, Bripda MS, terhadap seorang siswa berusia 14 tahun berinisial AT hingga meninggal dunia. ‎Ramdani menyatakan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan komitmen institusinya untuk menindak tegas pelanggaran yang dilakukan anggotanya. ‎”Kami atas […]

  • ‎Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra. (Foto: Instagram/yusrilihzamhd)

    Bripda MS Diadili Pidana, Yusril: Tak Kebal Hukum

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan anggota brimob berinisial MS yang menjadi tersangka dugaan penganiayaan anak hingga meninggal dunia di Tual, Maluku, wajib diproses secara etik dan pidana. ‎Menurut Yusril, prinsip negara hukum tidak memberi ruang bagi siapa pun untuk kebal dari jerat hukum, termasuk aparat […]

  • TNI Usut Penganiayaan Aktivis KontraS, Letjen Yudi Lepas Jabatan Kabais

    TNI Usut Penganiayaan Aktivis KontraS, Letjen Yudi Lepas Jabatan Kabais

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Mabes TNI melakukan serah terima jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI yang sebelumnya dijabat oleh Letnan Jenderal TNI Yudi Abrimantyo, Rabu (25/3/2026). Pergantian ini dilakukan di tengah bergulirnya proses hukum terhadap empat prajurit BAIS yang diduga terlibat aksi penyerangan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia […]

  • Penjelasan Resmi Wakapolda Sumut Terkait  Penertiban PETI di Perbatasan Tapsel-Madina

    Penjelasan Resmi Wakapolda Sumut Terkait Penertiban PETI di Perbatasan Tapsel-Madina

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Sonny Irawan menjelaskan pengungkapan kasus penambangan emas tanpa izin (PETI) atau tambang emas ilegal di wilayah Sungai Batang Gadis, perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel)dengan Mandailing Natal (Madina), tepatnya di Desa Panabari, Kecamatan Tanotombangan, Selasa (3/3/2026). Di lokasi penindakan PETI, Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Sonny Irawan mengatakan operasi gabungan […]

expand_less