Breaking News
Trending Tags

Kisah Bu Rini Warga Kebumen, 2 Dekade Menyapu Rezeki Dari Sapu Lidi

  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebumen, ReportaseNews — Di tengah arus produk modern, usaha berbasis kerajinan tradisional masih menunjukkan daya tahannya. Hal ini terlihat dari usaha sapu lidi yang dijalankan Rini (41), warga Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, yang tetap eksis sejak 2003.

‎Usaha yang berlokasi di sepanjang jalur Ayah–Karangbolong itu terus beroperasi secara konsisten. Sebelum menetap di Ayah, Rini sempat merintis usaha serupa di wilayah Ambal. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk mempertahankan usahanya hingga lebih dari dua dekade.

‎Dalam sehari, Rini mampu menghasilkan puluhan sapu lidi dengan proses yang relatif cepat.

‎“Untuk membuat satu sapu lidi hanya butuh waktu sekitar lima menit,” kata Rini, Selasa (14/4/2026).

‎Untuk memenuhi kebutuhan pasar, Rini tidak bekerja sendiri. Ia menggandeng sekitar 10 tenaga kerja yang mengerjakan produksi dari rumah masing-masing. Pola kerja ini dinilai efektif meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memberikan tambahan penghasilan bagi warga sekitar.

Rini tidak bekerja sendiri. Ia menggandeng sekitar 10 tenaga kerja yang mengerjakan produksi dari rumah masing-masing. (Foto: Facebook/Rini Jaya Mandiri)

Rini tidak bekerja sendiri. Ia menggandeng sekitar 10 tenaga kerja yang mengerjakan produksi dari rumah masing-masing. (Foto: Facebook/Rini Jaya Mandiri)

‎Dalam sebulan, jumlah produksi dapat mencapai sekitar 5.000 unit. Produk tersebut dipasarkan ke sejumlah wilayah, termasuk Cilacap, serta melayani pesanan dari berbagai kota lain.

‎Dari sisi harga, sapu lidi dijual Rp10.000 per buah untuk pembelian eceran. Adapun harga grosir berkisar Rp6.000 per buah, tergantung jumlah pemesanan.

‎Selain pemasaran langsung, Rini juga memanfaatkan platform digital untuk menjangkau konsumen. Ia memasarkan produknya melalui media sosial Facebook dengan akun “Rini Jaya Mandiri”.

‎Tak hanya sapu lidi, Rini turut mengembangkan produk lain berbahan alami, seperti piring lidi dan sapu lantai dari sabut kelapa. Produk-produk tersebut juga mendapat respons positif dari pasar.

‎Di sisi lain, Rini aktif berbagi pengetahuan melalui pelatihan pembuatan sapu dan piring lidi. Ia berharap keterampilannya dapat ditularkan kepada masyarakat luas.

‎Keberlanjutan usaha ini menunjukkan bahwa kerajinan tradisional tetap memiliki peluang di tengah persaingan industri modern. Konsistensi dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor utama dalam menjaga keberlangsungan usaha tersebut.

‎Kisah Rini menjadi contoh bahwa usaha kecil berbasis kearifan lokal tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan memberi dampak ekonomi bagi lingkungan sekitar. (Yogi/RN-07)

  • Penulis: Tama

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Reportase Pilihan

  • KPK melakukan OTT terhadap Bupati Pekalongan Fatia Arafiq terkait dugaan korupsi proyek pengadaan. (Ist)

    Fadia Arafiq Tersangka, Perusahaan Keluarga Raup Rp46 Miliar

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, sebagai tersangka tunggal dalam perkara dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. ‎Penetapan tersangka diumumkan KPK setelah mengungkap dugaan praktik pengondisian proyek outsourcing melalui perusahaan keluarga, PT Raja Nusantara Berjaya (RNB). ‎Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyebut […]

  • Perkuat Penyerapan Alumni, LPDP Jajaki Kerjasama dengan Danantara

    Perkuat Penyerapan Alumni, LPDP Jajaki Kerjasama dengan Danantara

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menjajaki peluang kerja sama dengan BPI Danantara guna memperkuat ekosistem talenta nasional. Kolaborasi ini bertujuan mengoptimalkan penyerapan para alumni penerima beasiswa agar dapat berkontribusi langsung di sektor-sektor industri prioritas. Direktur LPDP Sudarto menyatakan pihaknya sedang melakukan diskusi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Danantara dan sektor perbankan. […]

  • VIDEO: Setelah di Langit Sumut, Hari Ini Pesawat Tempur F-16 Bikin Geger Warga Sumbar

    VIDEO: Setelah di Langit Sumut, Hari Ini Pesawat Tempur F-16 Bikin Geger Warga Sumbar

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Sebuah pesawat tempur diduga jenis F-16 Fighting Falcon melintas rendah di wilayah udara Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dan Tapanuli Utara, Senin (31/3/2026) sore, sehingga memicu kehebohan sekaligus tanda tanya di tengah masyarakat setempat. Bahkan, Rabu (1/4/2026) ini, pesawat tempur serupa terbang rendah di langit Payakumbuh, Bukittinggi, dan Agam, Provinsi Sumatera […]

  • Kenakan Rompi Orange, Mantan Menag Yaqut Ditahan KPK

    Kenakan Rompi Orange, Mantan Menag Yaqut Ditahan KPK

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Staquf ditahan KPK sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan, Kamis (12/3/2026). Terlihat petugas menggiring Menag era Pemerrintahan Joko Widodo dengan tangan terborgol dan mengenkan rompi orange saat di pelataran Gedung KPK. Dia ditahan KPK setelah menjalani pemeriksaan sejak siang tadi. Yaqut ditahan untuk […]

  • Pelaku PETI Jarah Hutan Lindung di Mandailing Natal, Kemana Polisi…?

    Pelaku PETI Jarah Hutan Lindung di Mandailing Natal, Kemana Polisi…?

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) wilayah KPH 8, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kini semakin mengkhawatirkan dan seolah menantang hukum. Laporan masyarakat Desa Muara Batang Angkola dan Huta Godang Muda, Kecamatan Siabu, mengungkapkan operasi ilegal yang menggunakan alat berat tersebut kian masif tanpa ada tindakan nyata dari […]

  • Israel menghancurkan kamera keamanan markas UNIFIL di Lebanon selatan. Tiga penjaga perdamaian PBB terluka, situasi keamanan semakin memanas. (Foto: AP Photo)

    Israel Hancurkan Kamera UNIFIL, Ketegangan Lebanon Memanas

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Tentara Israel dilaporkan menghancurkan seluruh kamera keamanan yang mengarah ke markas pasukan penjaga perdamaian UNIFIL di wilayah Naqoura, Lebanon selatan. Insiden tersebut terjadi sejak Jumat dan memicu kekhawatiran serius dari pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa. ‎Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, mengatakan kamera-kamera tersebut sebelumnya digunakan untuk memastikan keselamatan personel militer dan sipil yang berada […]

expand_less