Menteri HAM Ajak Semua Pihak Duduk Bersama Wujudkan Perdamaian di Papua
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai. (Foto: ReportaseNews/RN-02)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari aparat keamanan hingga kelompok bersenjata, untuk duduk bersama guna mencari solusi demi terciptanya perdamaian yang permanen di Tanah Papua.
Pigai menegaskan pendekatan dialog merupakan jalan keluar untuk menghentikan kekerasan yang terus menelan korban jiwa di wilayah tersebut.
“Jangan kepala batu. Sama-sama duduk bareng bicarakan menciptakan tanah Papua damai. Semua komunitas, mau tentara, mau OPM, KKB mau masyarakat Papua, bersatu sama-sama menciptakan tanah Papua damai,” ujar Pigai dalam jumpa pers di gedung Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026).
Pernyataan tegas itu merespons tragedi berdarah di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, yang terjadi pada Selasa (14/4/2026). Peristiwa baku tembak antara aparat keamanan dengan Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TNPPB) tersebut mengakibatkan 22 warga sipil menjadi korban. Rinciannya, 15 orang meninggal dunia dan tujuh orang lainnya luka-luka, termasuk tiga orang anak-anak.
Pigai menjelaskan, tanggung jawab untuk mewujudkan stabilitas di Papua tidak bisa hanya dibebankan kepada jajaran eksekutif semata. Menurut dia, dibutuhkan komitmen kolektif dari lembaga legislatif dan yudikatif untuk merumuskan sebuah keputusan politik besar yang mampu menyentuh akar permasalahan di Bumi Cendrawasih secara komprehensif.
Pigai juga meminta agar publik tidak saling menyudutkan salah satu pihak atau kelompok dalam menanggapi konflik yang terjadi. Untuk menciptakan Papua sebagai tanah damai, kata dia, diperlukan pengambilan keputusan bersama oleh seluruh komponen bangsa tanpa terkecuali, baik dari unsur TNI, Polri, maupun partai politik.
Sebagai langkah nyata, Kementerian HAM berkomitmen mengawal penanganan kasus penembakan di Kembru secara langsung. Pigai menyatakan pihaknya akan turun ke lapangan guna menelusuri sebab-akibat peristiwa tersebut dan mendorong pihak-pihak yang terlibat untuk mengakui perbuatannya di depan hukum.
Hingga saat ini, para korban luka masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sementara Kementerian HAM masih terus melakukan verifikasi data terkait adanya korban anak-anak yang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tragis tersebut demi memastikan penegakan hukum yang adil bagi para korban. (RN-03)
- Penulis: RN-03



Saat ini belum ada komentar