Breaking News
Trending Tags

Menakar Ongkos Rp61 Triliun untuk 100 Jam Pertama AS vs Iran

  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERANG makan banyak biaya.” Kalimat legendaris dari Iwan Fals itu bukan sekadar lirik lagu, melainkan kebenaran brutal yang kini kembali menghantui koridor kekuasaan di Washington. Dalam tensi yang memanas antara Amerika Serikat melawan Iran (beserta proksinya), perang telah bermetamorfosis menjadi sebuah persaingan ekonomi yang menguras kas negara dalam kecepatan yang mencengangkan.

Analisis terbaru dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) menyajikan potret yang membuat bulu kuduk berdiri: untuk 100 jam pertama operasi militer, Amerika Serikat telah menghamburkan sekitar 3,7 miliar dolar AS—atau setara Rp 61 triliun dengan kurs Rp 16.500 per dolar. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cermin betapa mahalnya harga sebuah ambisi geopolitik.

Ironi Munisi Berteknologi Tinggi

Banyak yang mengira biaya perang tersedot untuk logistik prajurit di lapangan. Nyatanya, laporan CSIS mengungkap realitas yang berbeda. Sekitar 84 persen dari total anggaran—atau sekitar 3,1 miliar dolar—habis hanya untuk mengganti amunisi yang ditembakkan.

Dalam 100 jam pertama, tercatat sekitar 2.600 munisi dilepaskan untuk melumpuhkan 2.000 target di Iran. Kita bicara tentang senjata dengan label harga fantastis: rudal jelajah Tomahawk senilai 3,6 juta dolar per unit, bom presisi JDAM seharga 80 ribu dolar, hingga rudal Patriot yang dibanderol 4 juta dolar per batang untuk menangkal serangan balik. Belum lagi operasi udara yang menelan 125 juta dolar di fase awal, dan operasi laut yang menyedot 64 juta dolar.

Di luar itu, “kerugian operasional” berupa kerusakan pangkalan di Timur Tengah dan insiden salah tembak yang merenggut tiga jet F-15 menambah beban kerugian hingga 359 juta dolar. Ini adalah pengingat bahwa dalam perang modern, satu kesalahan teknis saja bisa membakar jutaan dolar dalam hitungan detik.

Jebakan “Cost Asymmetry”

Namun, masalah terbesar AS bukan hanya pada mahalnya harga senjata mereka, melainkan pada fenomena cost asymmetry atau ketimpangan biaya yang mencolok.

Iran, dengan cerdik, menggunakan taktik perang asimetris. Mereka meluncurkan ribuan drone “kamikaze” yang harganya mungkin hanya 20 ribu dolar per unit, beradu dengan rudal pencegat AS yang harganya bisa ratusan kali lipat lebih mahal. Ketika Washington harus mengeluarkan jutaan dolar untuk menjatuhkan satu drone murahan, siapa sebenarnya yang sedang mengalami “kebocoran” ekonomi lebih dalam?

Dalam skenario ini, efisiensi militer telah kalah oleh efisiensi modal. Amerika terpaksa menanggung biaya yang tidak proporsional hanya untuk mempertahankan superioritas udara dan keamanan aset mereka.

“The Guerrilla Wins if He Does Not Lose”

Di sinilah letak jebakan sesungguhnya. Amerika Serikat terjebak dalam perang asimetris di mana parameter kemenangan menjadi sangat bias. Bagi militer konvensional seperti AS, kemenangan didefinisikan secara mutlak: mengalahkan dan menduduki. Namun, bagi Iran, kemenangan tidak harus melalui penghancuran total musuh. Bagi mereka, bertahan hidup dan tetap berdiri tegak setelah 100 jam, 1.000 jam, atau berbulan-bulan diserang, sudah merupakan sebuah kemenangan politik dan moral.

Mengingat kembali ucapan mantan Menlu AS, Henry Kissinger, “The conventional army loses if it does not win. The guerrilla wins if he does not lose,” kita kini melihat definisi tersebut sedang diuji di Timur Tengah.

Jika perang ini berlarut, biaya yang puluhan miliar dolar saat ini hanyalah pembuka jalan menuju lubang hitam fiskal yang jauh lebih dalam. Pada akhirnya, perang modern bukan lagi soal siapa yang memiliki rudal paling banyak atau tercanggih, melainkan siapa yang memiliki napas ekonomi paling panjang. Dan sejauh ini, angka-angka tersebut menunjukkan bahwa Amerika sedang membayar harga yang sangat mahal hanya untuk mempertahankan status quo. (*)

Penulis: Iwan Hermawan | Wartawan Militer dan Pertahanan

  • Penulis: RN-03

Reportase Pilihan

  • Swedia berhasil menumbangkan Tunisia dengan skor 5-1, dalam laga Piala Dunia 2026. (Foto: Getty Images/Ryan Pierse)

    Klasemen Grup F Piala Dunia 2026: Swedia Ketiga, Jepang Jadi Penentu Nasib

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Swedia masih menjaga peluang untuk lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 meski saat ini menempati posisi ketiga klasemen sementara Grup F, Selasa (23/6/2026). ‎Tim berjuluk Blågult itu mengoleksi tiga poin dari dua pertandingan yang telah dijalani. Pada laga pembuka, Swedia tampil impresif dengan mengalahkan Tunisia 5-1. Namun, mereka gagal mempertahankan […]

  • Satgas Pangan Polda NTT Sidak Pasar Jelang Nyepi dan Idulfitri

    Satgas Pangan Polda NTT Sidak Pasar Jelang Nyepi dan Idulfitri

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Kupang, ReportaseNews – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah, Satgas Pangan Polda Nusa Tenggara Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional di Kota Kupang, NTT Kamis (12/3)). Sidak dilaksanakan di Pasar Oeba dan Pasar Inpres Naikoten  bertujuan untuk memastikan keterjangkauan harga, ketersediaan stok bahan pokok, serta […]

  • Polres Rembang bersama IJTI Muria Raya menyalurkan 50.000 liter air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Kecamatan Pamotan. (And)

    Kemarau Panjang Melanda, Polres Rembang dan IJTI Salurkan 50.000 Liter Air Bersih

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle And
    • 0Komentar

    Rembang, ReportaseNews – Musim kemarau membuat sejumlah warga di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut mendorong Polres Rembang bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Muria Raya menyalurkan 50.000 liter air bersih ke wilayah Kecamatan Pamotan, Jumat (21/8/2026). Bantuan tersebut disalurkan melalui program “Jumat Peduli”. Distribusi air dilakukan ke sejumlah titik yang […]

  • Suporter Persija dan Persib Bentrok di Bogor Usai Nobar, Dua Orang Luka-luka

    Suporter Persija dan Persib Bentrok di Bogor Usai Nobar, Dua Orang Luka-luka

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Bogor, ReportaseNews – Bentrokan antara dua kelompok pendukung klub sepak bola pecah di Jalan Raya Sholeh Iskandar (Sholis), Tanahsareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026). Insiden yang melibatkan suporter Persija Jakarta dan Persib Bandung ini menyebabkan dua orang luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Kapolsek Tanah Sareal Kompol Doddy Rosjadi […]

  • Polda Metro Jaya membongkar home industri vape etomidate di Puri Mansion, Jakarta Barat. Dua tersangka ditangkap bersama ratusan cartridge siap edar. (Foto: ReportaseNews/HO-Ditresnarkoba Polda Metro Jaya)

    Polda Metro Bongkar Pabrik Vape Etomidate di Kawasan Perumahan Mewah Jakbar

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar dugaan pabrik rumahan narkotika jenis etomidate yang beroperasi di kawasan Puri Mansion, Jakarta Barat. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap dua tersangka berinisial FG dan W serta menyita ratusan cartridge vape yang diduga mengandung narkotika golongan II. ‎Kasus ini terungkap setelah petugas lebih dulu menangkap kedua […]

  • Serangan drone Israel di Khan Younis menewaskan ayah dan anak. Kekerasan di Gaza dan Tepi Barat terus meningkat meski ada gencatan senjata. (Getty Images)

    Biadab! Serangan Drone Israel Tewaskan Ayah dan Anak di Gaza

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Gaza, ReportaseNews – Seorang ayah dan anak perempuannya dilaporkan tewas akibat serangan drone Israel di wilayah Khan Younis, Gaza selatan, pada Sabtu (8/3/2026) dini hari. ‎Dilansir dari Al-Jazeera, Sabtu (7/3/2026), serangan tersebut terjadi di wilayah Gaza bagian tengah Khan Younis ketika warga sipil masih berada di area permukiman. Kedua korban meninggal di lokasi kejadian. ‎Beberapa […]

expand_less