JK Semprot “Termul”, Sebut Dirinya Kunci Karier Jokowi
- calendar_month 58 menit yang lalu
- print Cetak

Jusuf Kalla melaporkan dugaan hoaks Rp5 miliar ke Bareskrim Polri. JK menilai tudingan membiayai penyelidikan terhadap Jokowi sebagai penghinaan. (Foto: ReportaseNews/Tama)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Jusuf Kalla (JK) menegaskan kontribusinya dalam perjalanan politik Joko Widodo hingga menjadi presiden. Pernyataan itu disampaikan saat memberi klarifikasi kepada awak media di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
Dalam penjelasannya, JK menyinggung istilah “termul”, yang merupakan singkatan dari “Ternak Mulyono”, merujuk pada pendukung setia Jokowi.
JK juga mengklarifikasi ceramahnya di Masjid UGM yang sempat dipersoalkan sejumlah pihak. Ceramah tersebut bahkan dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penistaan agama.
Menurut JK, polemik itu muncul setelah dirinya melaporkan Rismon Hasiholan serta menyinggung isu ijazah Jokowi.
”Saya tidak menuduh politis, tapi ini kenyataannya bahwa ini timbul setelah saya mengadukan Rismon dan kedua saya mengatakan bahwa ini sudah dua tahun rakyat ini berkonflik, bertentangan, saling mengadu, saling apa itu berteriak-teriak demo. Sudahlah Pak Jokowi, sudahlah. Kasih lihat ijazah saja. Itu saja,” kata JK.
Meski demikian, JK menegaskan dirinya meyakini ijazah Jokowi asli. Ia menyarankan agar ijazah tersebut ditunjukkan untuk meredam perdebatan publik.
Klaim Peran Bawa Jokowi ke Jakarta
JK menegaskan dirinya memiliki peran penting dalam membawa Jokowi dari Solo ke Jakarta hingga menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Ia bahkan menyebut sempat meyakinkan Megawati Soekarnoputri agar menyetujui pencalonan Jokowi.
”Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo untuk jadi Gubernur. Saya bawa. Saya ke Ibu Mega, ‘Ibu ini ada calon baik orang PDI-P’. ‘Ah jangan’. Saya datang lagi, akhirnya beliau setuju jadilah Gubernur,” ujar JK.
Menurutnya, tanpa posisi gubernur, Jokowi tidak mungkin melangkah ke kursi presiden.
”Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi Presiden karena saya. Kan tanpa Gubernur mana bisa jadi Presiden?” sambungnya.
JK juga mengungkap perannya dalam Pilpres 2014. Ia menyebut Megawati tidak akan menyetujui pencalonan Jokowi sebagai presiden jika dirinya tidak menjadi calon wakil presiden.
”Ibu Mega bilang jangan, ‘Pak Yusuf dampingi. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Yusuf’ Ya bukan saya minta, bukan?” ujar JK.
Ia menambahkan, dirinya diminta mendampingi Jokowi karena faktor pengalaman.
Pasangan Jokowi-JK akhirnya memenangkan Pilpres 2014, mengalahkan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Keduanya memimpin Indonesia periode 2014–2019.
Pada Pilpres 2019, Jokowi kembali terpilih bersama Ma’ruf Amin. Sementara pada Pilpres 2024, Prabowo berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka dan memenangkan kontestasi.
Pernyataan JK ini kembali memicu perhatian publik, terutama terkait dinamika hubungan elite politik dan peran di balik layar dalam perjalanan kepemimpinan nasional. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar