Motif Dendam Lama, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Polisi ungkap motif pembunuhan Nus Kei di Bandara Karel Sadsuitubun dipicu dendam lama terkait kasus pembunuhan di Bekasi. (Humas Polres Maluku Tenggara)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Maluku Tenggara, ReportaseNews — Kepolisian mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora alias Nus Kei (59). Aksi pelaku dipicu dendam pribadi yang telah berlangsung lama.
Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi menjelaskan, konflik antara pelaku dan korban sudah terjadi sejak keduanya berada di Jakarta.
”Motifnya adalah dendam (pribadi). Permasalahan sebelumnya antara pelaku dengan korban ini dulu di Jakarta,” ujar Rian kepada wartawan, Senin (20/4/2026).
Menurut dia, pelaku meyakini Nus Kei terlibat sebagai dalang dalam pembunuhan saudaranya, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang terjadi beberapa tahun lalu di Bekasi. Keyakinan tersebut kemudian berkembang menjadi aksi balas dendam.
”Dendam itu, karena korban Nus Kei diduga sebagai otak dibalik pembunuhan saudara mereka berinisial FW yang terjadi di Jakarta samping Apartemen Metro Galaxi, Kalimalang, Bekasi,” katanya.
Peristiwa penusukan terjadi sesaat setelah korban tiba di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu (19/4/2026). Nus Kei baru saja menyelesaikan penerbangan dari Ambon dan dijemput oleh keluarganya.
Namun, situasi berubah cepat. Seorang pria bermasker dengan jaket merah mendekati korban dan langsung melancarkan serangan menggunakan senjata tajam.
Meski mengalami luka serius, korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berjalan menuju area ruang tunggu bandara.
Keluarga kemudian membawa Nus Kei ke rumah sakit sekitar pukul 11.10 WIT. Namun, upaya medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 11.44 WIT.
Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami empat luka tusuk, masing-masing di bagian dada kanan dan kiri, leher sebelah kiri, serta di area punggung dekat tulang belakang. Luka-luka tersebut menyebabkan pendarahan hebat dan kerusakan organ vital. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar