Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur, Evakuasi Masih Berlangsung
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

KA Argo Bromo Anggrek terlibat tabrakan dengan kereta lain di Bekasi Timur. KAI lakukan evakuasi dan investigasi penyebab kejadian. (Tangkapan Layar)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews — Gangguan perjalanan kereta api terjadi di wilayah Bekasi Timur, Jakarta, setelah insiden tabrakan antar rangkaian pada Senin (27/4/2026) malam. Peristiwa ini berlangsung di emplasemen Stasiun Bekasi Timur pada KM 28+920 sekitar pukul 20.52 WIB dan berdampak pada operasional perjalanan di lintas tersebut.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengonfirmasi bahwa insiden melibatkan rangkaian PLB 5568A (CL KPB-CKR) yang tertemper oleh PLB 4B atau KA Argo Bromo Anggrek dengan relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang atas gangguan yang terjadi akibat insiden tersebut.
”Saat ini, PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian. Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” ujar Franoto kepada wartawan, Senin (27/4/2026).
Menurut Franoto, petugas di lapangan langsung bergerak melakukan pengamanan area serta berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat proses evakuasi dan pemulihan layanan. Sebagai langkah antisipasi, aliran listrik aliran atas (LAA) di lintas Cibitung–Bekasi Timur, termasuk area emplasemen, untuk sementara dihentikan.
Hingga kini, penyebab pasti tabrakan maupun jumlah perjalanan kereta yang terdampak masih dalam tahap penyelidikan dan pendataan lebih lanjut. KAI memastikan akan terus memperbarui informasi seiring perkembangan penanganan di lapangan.
KAI juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi aturan keselamatan, khususnya di sekitar jalur rel dan perlintasan sebidang, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar