Turnamen Bola Banjarnegara Ricuh, Korban Gugat Panitia
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Kerusuhan usai turnamen sepak bola di Banjarnegara berbuntut laporan pidana. Korban mengaku dicekik dan dipukul, panitia terancam digugat perdata. (Foto: ReportaseNews/Kus)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyumas, ReportaseNews – kerusuhan yang terjadi setelah pertandingan sepak bola di Kabupaten Banjarnegara kini berbuntut proses hukum. Seorang pemuda bernama Kevin Djoko Susanto mengaku menjadi korban penganiayaan dan berencana melaporkan terduga pelaku serta panitia penyelenggara turnamen ke aparat penegak hukum.
Melalui kuasa hukumnya, Kevin menyebut dirinya mengalami tindak kekerasan saat berada di area kerumunan penonton seusai pertandingan berlangsung. Ia mengaku mengalami pencekikan dan pukulan pada bagian belakang kepala hingga merasakan pusing berkepanjangan.
“Klien kami dicekik dan dipukul hingga mengalami pusing di kepala. Kami akan membuat laporan resmi atas dugaan penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan,” ujar kuasa hukum Kevin kepada wartawan, Sabtu (16/5/2026).
Pihak kuasa hukum menilai insiden tersebut dipicu lemahnya pengamanan selama turnamen berlangsung. Panitia disebut tetap melanjutkan pertandingan meski diduga belum mengantongi izin keramaian secara lengkap.
Bahkan, menurutnya, aparat kepolisian sebelumnya telah memberikan peringatan agar kegiatan dihentikan lantaran dinilai berpotensi menimbulkan kericuhan.
“Panitia justru menyatakan siap bertanggung jawab jika terjadi sesuatu. Faktanya, kerusuhan benar-benar terjadi dan berujung laporan polisi,” katanya.
Kuasa hukum Kevin menegaskan kericuhan yang terjadi di luar lapangan tetap menjadi tanggung jawab penyelenggara karena masih berkaitan langsung dengan pelaksanaan turnamen.
Selain menempuh jalur pidana, pihak korban juga tengah menyiapkan gugatan perdata terhadap panitia. Gugatan tersebut disebut akan memuat tuntutan ganti rugi material dan immaterial atas dugaan kelalaian penyelenggara.
“Kalau panitia bertanggung jawab, seharusnya kedua pihak dipertemukan untuk mediasi. Tapi yang terjadi justru dibiarkan sampai masuk ranah hukum,” tegasnya.
Sementara itu, Kevin mengaku tidak mengenal pria bernama Andika yang disebut terlibat dalam insiden tersebut. Ia menegaskan tidak memiliki persoalan pribadi sebelumnya dengan pihak mana pun.
“Saya dipukul dulu, lalu dicekik. Sampai sekarang kepala masih pusing,” ungkap Kevin.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah rekaman video kerusuhan di sekitar lapangan beredar luas di media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari panitia penyelenggara maupun pihak yang disebut dalam tuduhan tersebut. Polisi juga belum memberikan penjelasan terkait perkembangan penanganan kasus kerusuhan turnamen sepak bola itu. (Kus)
- Penulis: Kusworo
- Editor: Ullifna Tamama




Saat ini belum ada komentar