Polres Tapteng Redam Konflik Berdarah di Objek Wisata Pantai Pandaratan
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

Anggota Polres Tapteng mendamaikan pertikaian bersenjata parang di Pantai Pandaratan. (FOTO: POLRES TAPTENG)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tapteng, ReportaseNews – Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) mencegah potensi konflik berdarah di pintu masuk Pantai Pandaratan, Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, melalui layanan call center 110 Polri yang berujung pada kesepakatan damai secara kekeluargaan.
Keberhasilan penanganan ini berakar dari laporan masyarakat yang mendapati adu mulut antara seorang warga setempat bernama Nur Aini Simatupang (38) dengan petugas tiket berinisial EH (40).
Cekcok yang terjadi pada Minggu (14/6/2026) sore itu dipicu penolakan Nur Aini untuk membayar tiket masuk dengan alasan dirinya merupakan warga asli kelurahan setempat. Ketegangan memuncak saat EH nekat mengintimidasi Nur Aini dengan sebilah parang sepanjang 30 sentimeter.
Mendapati laporan darurat dari warga, personel piket Polres Tapteng yang dipimpin Pamapta II Ipda Dariaman Saragih bergerak mengepung lokasi kejadian untuk mengamankan situasi sebelum keadaan memburuk. Polisi menyita barang bukti parang dan membawa EH ke Mapolres Tapteng guna mencegah aksi main hakim sendiri oleh massa.
Mengingat kedua belah pihak masih terikat hubungan kekeluargaan, polisi berinisiatif memfasilitasi ruang konseling demi mendinginkan suasana.
Kapolres Tapteng melalui Pamapta II Ipda Dariaman Saragih mengatakan keselamatan warga dan pemulihan harmoni sosial menjadi prioritas dalam penyelesaian konflik ini.
“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan mediasi, karena kedua belah pihak masih memiliki hubungan kekeluargaan. Melalui ruang dialog yang kami fasilitasi di Mapolres, pelaku telah menyadari kekhilafannya, meminta maaf, dan korban bersedia menerima tanpa paksaan yang diperkuat surat perjanjian tertulis,” ujar I
- Penulis: RN-03




Saat ini belum ada komentar