Gran Max Berisi Rombongan Hajatan Ringsek Dihantam Dua Truk, 12 Orang Tewas di Pantura Indramayu
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

Korban tewas kecelakaan beruntun di Jalur Pantura Lohbener, Indramayu, bertambah menjadi 12 orang. Polisi mengungkap kronologi tabrakan yang melibatkan tiga kendaraan. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Indramayu, ReportaseNews — Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan di Jalur Pantai Utara (Pantura), Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, bertambah menjadi 12 orang. Sebagian besar korban meninggal setelah sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Indramayu AKP Undang Syarif mengatakan, semula terdapat tiga korban yang meninggal di lokasi kejadian. Namun, kondisi sejumlah korban luka yang kritis membuat angka korban jiwa terus bertambah.
”Awalnya di lokasi kejadian ada tiga orang meninggal dunia. Seiring penanganan medis, korban yang dirawat di rumah sakit bertambah meninggal sehingga total korban meninggal menjadi 12 orang,” kata Undang di Indramayu seperti dikutip Antara, Senin (13/7/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kecelakaan bermula ketika mobil bak terbuka Daihatsu Gran Max yang baru selesai mengantar rombongan menghadiri pesta pernikahan hendak berputar arah di lokasi kejadian.
Saat manuver tersebut dilakukan, kendaraan pikap itu ditabrak dari belakang oleh sebuah truk Hino wing box yang melaju searah.
”Ketika kembali dari mengantar ke tempat pernikahan, kendaraan akan memutar arah, kemudian tertabrak dari belakang oleh kendaraan wing box,” ujarnya.
Benturan keras membuat Gran Max terdorong ke jalur berlawanan. Nahas, dari arah berlawanan melaju truk Hino losbak yang kemudian menghantam kendaraan tersebut hingga menyebabkan korban berjatuhan.
”Setelah terdorong ke depan, dari arah berlawanan datang kendaraan truk sehingga terjadi kecelakaan,” ungkap Undang.
Polisi mencatat mobil Gran Max mengangkut 17 penumpang dan seorang pengemudi. Sopir kendaraan tersebut juga meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan di rumah sakit.
”Jumlah penumpang ada 17 orang ditambah satu sopir. Sopir Gran Max juga meninggal dunia,” katanya.
Data kepolisian menunjukkan delapan korban meninggal dunia dirawat di RS Bhayangkara, sedangkan empat korban lainnya meninggal di RS Mitra Plumbon Widasari. Hingga kini, enam korban luka masih menjalani perawatan intensif.
Adapun 12 korban meninggal dunia masing-masing bernama Yunah, Mohamad Ikbal, Karsnih, Sawen, Sinta, Ayu, Sanerah, Idah, Riyantoni, Atsal Albara, Warkidi, dan Tamara. Sementara korban yang masih menjalani perawatan yakni Bayu, Jessica, Wandi, Olivia, Komala, dan Sabah.
Sebelumnya, kecelakaan yang terjadi pada Minggu (12/7/2026) siang itu semula dilaporkan menewaskan tiga orang di lokasi kejadian dan menyebabkan belasan korban mengalami luka-luka.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Indramayu Ipda Masnan menjelaskan insiden tersebut melibatkan mobil pikap Daihatsu Gran Max, truk Hino wing box, dan truk Hino losbak.
”Pikap Gran Max yang dikemudikan Warkidi berhenti di lajur kanan saat melaju dari Jakarta menuju Cirebon, lalu ditabrak truk Hino wing box dari belakang hingga terdorong dan tertabrak truk Hino losbak dari arah berlawanan,” kata Masnan.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar