Agrinas Kalim Selamatkan APBN Rp46,5 Triliun Lewat Pengadaan Kendaraan Desa
- calendar_month 26 menit yang lalu
- print Cetak

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota. (Foto: Isitmewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) menegaskan kebijakan pengadaan 105 ribu unit kendaraan pikap dari produsen otomotif India bukan sekadar urusan impor, melainkan langkah menyelamatkan anggaran negara. Keputusan ini diambil setelah melalui proses negosiasi panjang dengan produsen otomotif dalam negeri yang menemui jalan buntu terkait harga dan kesanggupan volume produksi.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengungkapkan motif utama di balik pemilihan vendor luar negeri demi efisiensi maksimal dalam penggunaan dana publik. Menurut dia, skema pembelian dalam jumlah besar seharusnya diikuti dengan penawaran harga yang jauh lebih kompetitif dibandingkan harga pasar ritel.
“Yang menjadi isu utama itu bahwa kami membeli dalam jumlah yang besar. Sehingga kami menawarkan bulk, kami memberi secara gelondongan. Harusnya kan kita diberikan harga yang lebih ekonomis, harusnya harga yang lebih efektif dan lebih memenuhi anggaran yang sudah kami siapkan,” ujar Joao dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Joao menjelaskan, sebelum memutuskan bekerja sama dengan Mahindra dan Tata Motors, pihaknya telah mengundang berbagai raksasa otomotif lokal seperti grup Astra, Isuzu, Mitsubishi, hingga Hino.
Namun, kapasitas produksi manufaktur di Indonesia belum mampu mengejar target pemenuhan unit untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dalam waktu singkat. Sebagai gambaran, Isuzu hanya sanggup menyediakan 900 unit dan Toyota Hilux sekitar 800 unit untuk periode April hingga Mei 2026, angka yang jauh dari total kebutuhan 105 ribu unit.
Meskipun sempat ada upaya lobi dari Hino untuk meningkatkan kapasitas hingga 10 ribu unit, angka tersebut tetap belum mencukupi kebutuhan armada yang mendesak. Akhirnya, Agrinas menjatuhkan pilihan pada Mahindra untuk menyuplai 35 ribu unit Scorpio Pick Up, serta Tata Motors yang akan memasok 35 ribu unit Yodha Pick-Up dan 35 ribu unit Ultra T.7 Light Truck.
Langkah ini diklaim membuahkan hasil signifikan bagi keuangan negara. Joao menyatakan transparansi proses pengadaan ini terbukti mampu menekan pengeluaran secara drastis dibandingkan jika mengikuti penawaran harga dari produsen dalam negeri yang ada saat ini.
“Dengan pengadaan sarana-prasarana ini, Agrinas Pangan bisa melakukan efisiensi sebesar Rp46,5 triliun,” tuturnya.
Menanggapi kritik mengenai ketidakberpihakan terhadap industri nasional, Joao menegaskan seluruh pertemuan dengan produsen lokal terdokumentasi secara resmi dalam berita acara. Dia menjamin selisih dana yang mencapai puluhan triliun tersebut tidak akan disalahgunakan, melainkan tetap berada dalam kas negara.
“Penghematan yang kami lakukan ini kami kembalikan kepada negara. Karena uang yang kami gunakan adalah uang APBN dan uang rakyat. Jadi, akan kami kembalikan sepenuhnya,” kata Joao. (RN-01)
- Penulis: Saparuddin Siregar


Saat ini belum ada komentar