Serangan Udara Iran Guncang UEA, Bandara Dubai Rusak dan Burj Al Arab Terbakar
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

Ledakan dari intersepsi Iron Dome Israel saat mencegat rudal Iran di langit Tel Aviv, Sabtu (28/2/2026). Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran, dibalas Teheran dengan menggempur pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah. (Foto: AFP/JACK GUEZ)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Abu Dhabi, ReportaseNews – Ketegangan di kawasan Teluk mencapai titik didih setelah Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan gelombang serangan masif yang melibatkan 137 rudal dan 209 drone asal Iran pada Minggu (1/3/2026). Meski sistem pertahanan udara UEA berhasil mencegat mayoritas amunisi itu, serangan ini tetap menimbulkan kerusakan pada sejumlah ikon pariwisata dan infrastruktur vital di Dubai, termasuk Bandara Internasional Dubai (DXB) dan Hotel Burj Al Arab.
Kementerian Pertahanan UEA mengonfirmasi rentetan serangan ini merupakan bagian dari eskalasi regional yang dipicu oleh gempuran gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran. Dalam pernyataan resminya, otoritas militer menegaskan negara kini berada dalam kondisi waspada penuh untuk memitigasi risiko lebih lanjut.
“Kementerian menyatakan pihaknya berada dalam keadaan siaga tinggi dan siap menghadapi ancaman apapun, dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menghadapi dengan tegas segala sesuatu yang menargetkan gangguan terhadap keamanan dan stabilitas negara, serta menegaskan bahwa keselamatan warga negara, penduduk, dan pengunjung merupakan prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan,” tulis pernyataan Kementerian Pertahanan UEA melalui platform X.
Dampak serangan terasa di Bandara Internasional Dubai yang merupakan hub penerbangan tersibuk di dunia. Salah satu ruang tunggu terminal dilaporkan mengalami kerusakan fisik, meskipun otoritas bandara mengklaim situasi dapat dikendalikan dengan cepat berkat protokol evakuasi yang telah dijalankan sebelum ledakan terjadi.
“Ruang tunggu di Bandara Internasional Dubai mengalami kerusakan ringan dalam sebuah insiden, yang dengan cepat ditangani. Dengan rencana darurat yang telah ada, sebagian besar terminal sebelumnya telah dikosongkan dari penumpang,” ungkap manajemen Dubai Airports dalam rilis resminya.
Selain fasilitas bandara, Kantor Media Dubai melaporkan insiden kebakaran di Hotel Burj Al Arab yang dipicu oleh jatuhnya puing-puing drone hasil intersepsi. Akibat rangkaian serangan di berbagai titik tersebut, empat orang dilaporkan mengalami luka-luka dan saat ini tengah menjalani perawatan medis intensif.
Di sisi lain, Teheran berupaya memberikan klarifikasi diplomatik terkait aksi militer ini guna meredam kemarahan negara-negara tetangga di semenanjung Arab. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya tidak memiliki intensi untuk menjadikan negara-negara Teluk sebagai target utama dalam konflik ini.
Araghchi mengklaim posisi Iran tetap pada jalur pembelaan diri melawan kehadiran militer Barat di kawasan tersebut.
Dia menyatakan telah menjalin komunikasi dengan para pemimpin Teluk untuk menegaskan bahwa target utama mereka adalah pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat sebagai respons atas serangan terhadap kedaulatan Iran. (Dbs/RN-03)
- Penulis: Saparuddin Siregar


Saat ini belum ada komentar