Ini Program Prioritas Dudung Abdurachman Usai Dilantik Presiden Jadi Kepala KSP
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman. (FOTO: Liputan6.com/Lizsa Egeham)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini menggantikan posisi Muhammad Qodari dalam perombakan kabinet yang menyasar sejumlah posisi strategis.
Seusai prosesi pelantikan, Dudung mengaku menerima mandat khusus untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dengan rakyat. Salah satu langkah konkret yang akan segera dia tempuh adalah menyediakan kanal komunikasi langsung bagi warga untuk menyampaikan keluhan secara kontinu.
“Keluhan dari masyarakat akan saya buka 24 jam, laporan dari masyarakat,” ujar Dudung saat memberikan keterangan di lingkungan Istana Negara.
Selain menjadi penghubung komunikasi, Dudung memikul tugas untuk mengawal seluruh program prioritas pemerintah agar berjalan sesuai target. Dia menegaskan akan menjalin koordinasi ketat dengan kementerian dan lembaga guna memastikan program unggulan Presiden Prabowo tidak terkendala teknis maupun administrasi.
“Bagaimana menyukseskan PSN (Proyek Strategis Nasional) dan untuk memastikan program unggulan Presiden bisa tuntas dan cepat,” kata Dudung.
Dalam upaya mempercepat eksekusi program di lapangan, Dudung menyatakan komitmennya untuk melakukan reformasi birokrasi yang progresif. Dia tidak segan untuk melakukan intervensi jika menemukan prosedur yang justru menghambat kemajuan proyek-proyek prioritas nasional.
“Bekerja sama dengan Kementerian dan Pemda jangan sampai ada hal prioritas terjadi masalah birokrasi. Kita pangkas,” imbuhnya.
Dudung juga mengajak partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya roda pemerintahan. Dia berjanji akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan jika menerima laporan mengenai program pemerintah yang tidak berjalan maksimal atau tidak tepat sasaran.
“Saya mohon bantuan seluruh masyarakat, apabila ada hal program Presiden yang tidak berjalan semestinya kita sidak, kita tuntaskan,” pungkasnya.
Pelantikan Dudung Abdurachman merupakan bagian dari rangkaian reshuffle Kabinet Merah Putih yang melibatkan enam pejabat baru.
Berdasarkan keputusan Presiden, Muhammad Jumhur Hidayat dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menjabat Wakil Menteri Koordinator bidang Pangan, dan Muhammad Qodari menempati posisi baru sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
Selain itu, Hasan Nasbi ditunjuk sebagai Penasehat Khusus Presiden bidang Komunikasi, serta Abdul Kadir Karding yang dipercaya memimpin Badan Karantina Indonesia. (RN-03)
- Penulis: RN-03



Saat ini belum ada komentar