120 Lapak Pedagang di Pasar Bungur Jambi Hangus Terbakar
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Kebakaran hebat melahap bangunan kios dan lapak pedagang di Pasar Bungur, atau lebih dikenal sebagai Pasar Atas Muaro Bungo, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Minggu (26/4/2026) dini hari. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jambi, ReportaseNews – Kebakaran hebat melahap bangunan kios dan lapak pedagang di Pasar Bungur, atau lebih dikenal sebagai Pasar Atas Muaro Bungo, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Minggu (26/4/2026) dini hari. Insiden yang terjadi sekitar pukul 03.10 WIB ini mengakibatkan 120 pedagang kehilangan tempat usaha mereka setelah api dengan cepat merambat ke berbagai blok pasar.
Kasat Pol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bungo Daruqotni mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari warga setempat. Dia menjelaskan, regu operasi pemadam kebakaran bersama enam unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi yang terletak di Kelurahan Pasir Batang Bungo tersebut untuk memutus penjalaran api.
“Kami dapat laporan dari warga. Setelah itu petugas pemadam kebakaran langsung menuju lokasi,” kata Daruqotni.
Proses pemadaman berlangsung alot dan memakan waktu sekitar tiga jam, karena petugas di lapangan menghadapi kendala teknis yang membahayakan.
Daruqotni mengatakan aliran listrik yang masih menyala di area kios yang terbakar sempat menghambat pergerakan petugas saat berupaya menjinakkan si jago merah.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah yang menimpa pasar milik Pemerintah Kabupaten Bungo tersebut. Namun, dampak kerugian materiil signifikan lantaran api menghanguskan 12 bangunan permanen di dua blok serta seratusan lapak yang menjual buah, pakaian, hingga sayuran.
Pemerintah Kabupaten Bungo menaksir total kerugian akibat peristiwa ini mencapai Rp1 miliar. Kerja sama lintas sektoral akhirnya berhasil memastikan situasi benar-benar aman setelah beberapa jam upaya pemadaman intensif dilakukan oleh tim gabungan.
“Sekitar jam 06.00 WIB api benar-benar bisa dipadamkan dalam operasi yang melibatkan masyarakat bersama unsur kepolisian, TNI, pihak PLN, dan petugas Damkar serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah,” ungkap Daruqotni. (Bud)
- Penulis: RN-03



Saat ini belum ada komentar