Sekolah di Badung Ajarkan Siswa Kelola Sampah 3R
- calendar_month 18 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Badung, ReportaseNews — Suasana meriah terdengar dari lapangan SDN 01 Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Selasa (10/3/2026). Ratusan siswa tampak antusias mengikuti permainan dan kuis bertema lingkungan sambil belajar memilah sampah bersama mentor Komunitas Bersih Itu Sederhana Aja (BISA).
Melalui kegiatan edukatif tersebut, para siswa dikenalkan cara mengelola sampah menggunakan metode 3R, yakni reduce, reuse, dan recycle. Pendekatan belajar yang dikemas dengan permainan membuat para siswa aktif mengikuti setiap sesi.
Program edukasi ini menjadi langkah awal Komunitas BISA setelah sebelumnya menggelar pelatihan training of trainers (ToT) bagi para mentor di kampus Politeknik Pariwisata Bali pada Jumat (6/3/2026).
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Badung yang tengah mendorong percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) dengan melibatkan organisasi perangkat daerah hingga tingkat desa.
Kedatangan para mentor disambut hangat oleh siswa dan guru. Sejumlah siswa bahkan terlihat berebut menyalami para fasilitator yang datang ke sekolah mereka.
Kepala SDN 01 Kutuh, I Ketut Suara, menyampaikan apresiasi atas kegiatan edukasi lingkungan tersebut.
“Terima kasih kepada Komunitas BISA. Murid-murid akan dipandu mengelola sampah. Bali ini sangat kecil, jadi kebersihannya harus terus dijaga,” ujarnya.
Komunitas BISA sendiri merupakan wadah bagi anak-anak muda di Bali yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan, terutama persoalan sampah. Komunitas ini fokus pada edukasi pengelolaan sampah dari sumbernya dengan pendekatan metode 3R kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam kegiatan di SDN 01 Kutuh, seluruh siswa yang berjumlah 308 orang terlibat dengan pendampingan delapan mentor.
Keceriaan kembali terasa saat para siswa mengikuti praktik memilah sampah serta permainan bertema lingkungan. Tawa dan sorak terdengar setiap kali siswa berhasil menjawab kuis dan memperoleh hadiah.
“Kapan kakak ke sini lagi?” ujar beberapa siswa kepada para mentor saat kegiatan berakhir.
Co-founder Komunitas BISA, Soendoro Soepringgo, mengatakan kegiatan edukasi ini menjadi momen penting bagi arah gerakan komunitas ke depan.
“Hari ini bukan sekadar edukasi tentang pengelolaan sampah, tetapi juga lahirnya agen-agen perubahan lingkungan dari generasi muda Bali,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi awal gerakan bersama antara sekolah, desa, dan generasi muda dalam membangun budaya peduli lingkungan.
“Karena masa depan Bali yang bersih dan lestari ada di tangan generasi hari ini, termasuk adik-adik yang hadir di sini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Kutuh, I Wayan Mudana, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan edukasi lingkungan yang digelar Komunitas BISA.
Menurutnya, Bali saat ini menghadapi persoalan serius terkait sampah sehingga kesadaran menjaga kebersihan perlu ditanamkan sejak usia dini.
“Adik-adik kalau ketemu sampah di jalan, bawa ke sekolah ya. Dikumpulkan, nanti diberi hadiah,” ujarnya. (*/RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar