Penumpang KA Bangunkarta Selamat, Dievakuasi dengan Bus
- calendar_month Senin, 6 Apr 2026
- print Cetak

Seluruh penumpang KA Bangunkarta yang anjlok di Bumiayu berhasil dievakuasi. KAI menyediakan bus untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai tujuan. (Foto: ReportaseNews/Kus)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Brebes, ReportaseNews — Seluruh penumpang Kereta Api Bangunkarta yang mengalami anjlok di wilayah Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. PT Kereta Api Indonesia (KAI) langsung menyiapkan armada bus untuk mengangkut penumpang melanjutkan perjalanan menuju kota tujuan.
Proses evakuasi dilakukan segera setelah insiden terjadi. Petugas di lapangan mengarahkan penumpang keluar dari rangkaian kereta secara bertahap sambil memastikan situasi tetap aman dan terkendali. Setelah itu, penumpang dipindahkan ke sejumlah bus yang telah disiagakan di sekitar lokasi.
Bus tersebut mengantar penumpang ke berbagai kota tujuan, di antaranya Cirebon, Cikarang, hingga Jakarta. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan dampak keterlambatan perjalanan akibat kejadian tersebut.
Salah satu penumpang, Agus, mengatakan situasi sempat menimbulkan kepanikan. Namun, ia memastikan seluruh penumpang dapat dievakuasi tanpa ada korban.
“Sempat panik saat kejadian, tetapi semua penumpang berhasil keluar dengan selamat. Kami juga langsung diarahkan naik bus untuk melanjutkan perjalanan,” kata Agus kepada ReportaseNews, Senin (6/4/2026).
Agus yang menempuh perjalanan dari Purworejo menuju Bekasi mengaku bersyukur karena perjalanan tetap dapat dilanjutkan meskipun terjadi gangguan. Ia menilai penanganan yang dilakukan petugas cukup cepat.
Pihak KAI memastikan jumlah armada bus disesuaikan dengan kebutuhan penumpang berdasarkan tujuan masing-masing. Upaya tersebut dilakukan agar perjalanan tetap berjalan meski rangkaian kereta belum dapat melanjutkan operasi.
Sementara itu, petugas masih melakukan proses penanganan di lokasi kejadian. Evakuasi rangkaian kereta yang anjlok terus dilakukan guna mempercepat normalisasi jalur. (Kus)
- Penulis: Kusworo
- Editor: Ullifna Tamama



Saat ini belum ada komentar