Sudah Tujuh Jamaah Haji Indonesia Wafat di Arab Saudi
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

Jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. (Foto: Kemenhaj)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat total jamaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi kini mencapai tujuh orang setelah dua jamaah dilaporkan meninggal dunia di Madinah. Kedua jamaah itu adalah Siti Sri Rahayu Sanusi yang tergabung dalam Kloter SOC-12 asal Kabupaten Pekalongan dan Endar Jaya Purwadi dari Kloter BPN-01 asal Kota Samarinda.
Data terbaru ini menunjukkan adanya peningkatan angka kematian di tengah proses keberangkatan dan pergerakan jamaah. Meski demikian, Kepala Biro Humas Kemenhaj Moh. Hasan Afandi menegaskan pemerintah terus mengoptimalkan layanan kesehatan secara menyeluruh guna memantau kondisi fisik jamaah yang sedang menjalankan ibadah.
Hingga saat ini, sebanyak 5.576 jamaah telah menjalani rawat jalan. Sementara ratusan lainnya harus dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia dan Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).
“Sehingga total jamaah wafat menjadi tujuh orang,” ujar Moh. Hasan Afandi dalam keterangannya yang dikutip pada Minggu (3/5/2026).
Hasan menjelaskan, selain menangani jamaah yang sakit, pihak kementerian juga memastikan alur pergerakan jamaah dari Madinah menuju Makkah tetap berjalan tertib dan terkoordinasi dengan pengawalan petugas di seluruh titik layanan.
Di tengah kondisi duka tersebut, Kemenhaj tetap memberikan jaminan bahwa penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M secara umum berlangsung lancar.
Petugas di lapangan diinstruksikan memberikan perhatian khusus pada keselamatan dan kenyamanan jamaah, terutama saat mereka harus berpindah antar kota di tengah cuaca panas yang menyengat. Jamaah diimbau selalu menjaga hidrasi dan segera melapor jika merasakan keluhan kesehatan.
Keamanan dan keramahan layanan bagi jamaah lansia serta penyandang disabilitas juga menjadi prioritas dalam sisa masa operasional haji tahun ini. Pemerintah berkomitmen agar seluruh proses ibadah tetap sesuai dengan ketentuan tanpa mengabaikan aspek keselamatan nyawa para jamaah.
“Fokus kami adalah memastikan jamaah terlindungi, ibadah berjalan sesuai ketentuan, dan seluruh layanan haji berlangsung aman, nyaman, profesional, serta ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan,” tegas Hasan. (RN-03)
- Penulis: RN-03



Saat ini belum ada komentar