Pria Ini Manfaatkan Warung Es Tebu untuk Tempat Transaksi Sabu di Tapsel
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Pria berinisial RH (30) ini memanfaatkan warung es tebu pinggir jalan sebagai lokasi transaksi narkoba. (FOTO: ISTIMEWA)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tapsel, ReportaseNews – Anggota Polsek Batang Angkola meringkus pria pengangguran berinisial RH (30) yang memanfaatkan area warung es tebu pinggir jalan sebagai tempat bertransaksi sabu di Kelurahan Bintuju, Kecamatan Angkola Muara Tais, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
RH ditangkap polisi pada Rabu (20/5/2026) sore. Polisi yang sedang melakukan penyelidikan di sekitar lokasi curiga melihat RH sedang duduk di depan gerobak penjual es tebu menunjukkan gerak-gerik yang tidak wajar saat melihat kedatangan polisi.
Kapolsek Batang Angkola Kompol R. Triharjanto mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat yang resah dengan maraknya peredaran narkoba di Kelurahan Bintuju.
Tersangka sempat mencoba kabur saat menyadari kehadiran polisi di sekitar tempat penjualan es tebu itu. “Ketika hendak diamankan, yang bersangkutan berupaya melarikan diri, tapi berhasil diamankan petugas,” ujar Kompol R. Triharjanto.
Setelah melumpuhkan tersangka, polisi menginterogasi RH di tempat. RH tidak berkutik dan menunjukkan tempat penyimpanan barang haram tersebut di dalam tas sandang warna hitam yang tergantung di sepeda motor KLX warna kuning miliknya.
Dari dalam tas itu, polisi menyita tiga bungkus plastik klip berisi sabu, satu unit timbangan elektrik, satu bungkus plastik klip kosong, uang tunai Rp150 ribu, serta satu unit telepon genggam.
Di tempat terpisah, Kasat Resnarkoba AKP Philip Antonio Purba mengatakan pihaknya kini mengambil alih pengembangan kasus itu untuk memburu pemasok utama di atas RH. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka mengandalkan sistem konsinyasi atau bayar di belakang setelah barang dagangannya habis terjual.
“Menurut pengakuan pelaku barang tersebut dibeli dari seseorang warga Desa Silaiya berinisial Z dengan sistem pembayaran setelah habis terjual, maka kasus ini masih terus kami dalami,” kata AKP Philip. (Lily)
- Penulis: RN-03




Saat ini belum ada komentar