Jelang HUT ke-81 RI, Menag Ajak Masyarakat Ikuti Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
- calendar_month 51 menit yang lalu
- print Cetak

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas pada 1 Agustus 2026. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengundang masyarakat, khususnya warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), untuk menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan yang akan digelar di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara dijadwalkan berlangsung mulai pukul 17.00 WIB hingga 21.30 WIB dengan salah satu agenda utama berupa Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
”Mari kita sambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf serta para tokoh lintas agama di Lapangan Monas, Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026,” kata Nasaruddin Umar dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).
Menurut Nasaruddin, kegiatan ini terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia mengajak masyarakat datang bersama keluarga maupun kerabat sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus mempererat persatuan di tengah keberagaman.
Panitia membuka akses masuk kawasan Monas mulai pukul 15.00 WIB melalui pintu pemeriksaan keamanan di sisi utara dan selatan. Untuk mengakomodasi tingginya antusiasme peserta, layar LED juga disiapkan di beberapa titik agar rangkaian acara tetap dapat disaksikan oleh pengunjung yang tidak berada di area utama.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan, Zikir dan Doa Kebangsaan akan diisi dengan sejumlah kegiatan keagamaan dan kebangsaan. Rangkaian acara meliputi panduan zikir, khataman Al-Qur’an, salat Magrib berjemaah, penampilan hadrah, Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Zian Fahrezi, hingga doa bersama lintas agama.
”Doa lintas agama akan dipimpin oleh para tokoh agama yang mewakili Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu sebagai ikhtiar bersama memohon keberkahan bagi Indonesia agar menjadi bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Kamaruddin.
Guna menunjang kenyamanan peserta, panitia menyediakan ratusan toilet serta fasilitas wudu dengan sekitar 1.000 hingga 1.500 keran yang dapat digunakan selama acara berlangsung.
Panitia juga mengimbau peserta mengenakan pakaian serba putih, membawa perlengkapan salat yang praktis, serta menghindari membawa barang bawaan secara berlebihan. Selain itu, masyarakat diminta tidak membawa bayi maupun balita ke lokasi acara.
Demi menjaga keamanan, panitia melarang peserta membawa senjata api, benda tajam, petasan, maupun barang berbahaya lainnya ke kawasan Monas.
Kamaruddin menegaskan, kegiatan zikir dan doa lintas agama tersebut merupakan ikhtiar spiritual untuk menyambut Bulan Kemerdekaan sekaligus memperkuat semangat persaudaraan, toleransi, dan gotong royong di tengah masyarakat.
”Doa adalah kekuatan spiritual yang menyertai setiap ikhtiar bangsa. Melalui zikir dan doa bersama lintas agama ini, kita memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Esa agar Indonesia senantiasa dimudahkan dalam mewujudkan cita-cita sebagai bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur,” tuturnya.
Kementerian Agama berharap Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi momentum yang mampu mempererat persatuan seluruh elemen bangsa sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.
(Don)
- Penulis: Don
- Editor: Tama




Saat ini belum ada komentar