Tangis Haru Warnai Keberangkatan 130 Calon Jamaah Haji Tapsel Menuju Tanah Suci
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Sebanyak 130 jamaah calon haji Tapanuli Selatan diberangkatkan dari Masjid Agung Syahrun Nur Sipirok menuju Medan. (FOTO: ISTIMEWA)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tapsel, ReportaseNews – Sebanyak 130 jamaah calon jamaah haji (Calhaj) asal Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) bersama enam orang pendamping diberangkatkan dari Masjid Agung Syahrun Nur Sipirok menuju Asrama Haji Medan pada Sabtu (25/4/2026) malam. Rombongan yang terbagi dalam lima bus ini bergerak meninggalkan halaman masjid sekitar pukul 20.00 WIB dengan iringan kumandang adzan yang menyayat hati dan lambaian tangan ribuan keluarga yang memadati lokasi.
Meskipun Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu bersama jajaran pimpinan lainnya sedang menjalankan tugas luar daerah, prosesi pelepasan tetap berlangsung khidmat di bawah arahan Asisten I Pemkab Tapsel Hamdan Zen Harahap.
Hamdan yang didampingi Ketua PKK Hj. Murni Gus Irawan melepas secara simbolis rombongan yang tergabung dalam Kloter 5 tersebut. Kehadiran ribuan warga di halaman masjid menciptakan suasana emosional. Isak tangis pecah saat bus pertama mulai perlahan membelah kerumunan massa.
Kabag Kesra Tapsel Hotma Rido Siregar menjelaskan, seluruh jamaah telah melalui rangkaian persiapan fisik dan mental sebelum akhirnya diberangkatkan menuju Medan. Dia juga mengatakan para pimpinan daerah akan menyambut langsung rombongan ini di Medan sebelum mereka terbang menuju Tanah Suci melalui Bandara Internasional Kualanamu.
“Para Calhaj ini akan bergabung dalam satu kloter bersama jamaah asal Medan. Kami memastikan seluruh fasilitas pendukung seperti ambulans dan kendaraan dinas sudah siap mengawal perjalanan hingga ke Asrama Haji Medan,” ujar Hotma Rido Siregar.
Keberangkatan tahun ini mencatatkan sejarah tersendiri bagi Tapanuli Selatan dengan adanya rentang usia jamaah yang cukup kontras. Di antara rombongan tersebut, Adzra Salsabila binti Abdul Latif yang berusia 18 tahun asal Batangtoru tercatat sebagai jamaah termuda. Sementara predikat jamaah tertua disandang oleh Monto Siregar binti Juhari yang telah menginjak usia 82 tahun asal Sipirok. Keberagaman usia ini menjadi simbol semangat ibadah masyarakat Tapsel yang tetap terjaga melintasi generasi. (Lily)
- Penulis: RN-03



Saat ini belum ada komentar