Kembali Tantrum, Trump Ancam Bombardir Iran Jika Negosiasi Gagal
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Donald Trump mengancam akan kembali melakukan pengeboman terhadap Iran jika kesepakatan tidak tercapai. AS juga berencana memindahkan uranium Iran. (Foto: AFP via Getty Images/ Patrick T)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Washington, D.C., ReportaseNews – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan peringatan keras kepada Iran terkait proses negosiasi yang tengah berlangsung. Ia menegaskan, opsi militer tetap terbuka jika kesepakatan tidak berhasil dicapai.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan wartawan di dalam pesawat, dalam perjalanan kembali ke Washington usai kunjungan ke negara bagian Arizona.
Trump menekankan bahwa kegagalan diplomasi dapat berujung pada langkah yang lebih keras dari Washington.
“Jika kami tidak mencapai kesepakatan, kami akan melakukannya dengan cara yang sangat berbeda, tidak dengan cara yang bersahabat,” kata Trump, seperti dikutip Anadolu, Sabtu (18/4/2026).
Menanggapi isu keterkaitan dengan situasi di Lebanon, Trump menyebut tidak ada hubungan langsung antara negosiasi Iran dengan upaya gencatan senjata di negara tersebut, meski ada dimensi psikologis dalam dinamika kawasan.
“Secara nyata tidak saling terkait, tetapi kita bisa mengatakan ada keterkaitan secara psikologis. Kami akan membantu Lebanon,” ujarnya.
Trump juga mengungkap rencana kerja sama dengan Iran terkait pemindahan uranium yang telah diperkaya. Ia menyebut seluruh material tersebut akan dibawa ke Amerika Serikat sebagai bagian dari kesepakatan yang diharapkan tercapai.
“Kami akan pergi ke Iran, bekerja sama dengan mereka, dan membawa 100 persen itu ke Amerika Serikat,” katanya.
Selain itu, Trump membuka kemungkinan untuk tidak memperpanjang gencatan senjata jika negosiasi tidak membuahkan hasil. Ia juga menyinggung keberlanjutan blokade di kawasan strategis.
“Mungkin saya tidak akan memperpanjangnya, tetapi blokade kami terus berlanjut. Artinya Anda berada di bawah blokade dan, sayangnya, kami harus mulai melakukan pengeboman lagi,” ujar Trump.
Pernyataan ini mencerminkan meningkatnya tekanan Amerika Serikat terhadap Iran di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar