Pelajar 14 Tahun di Tapsel Tewas Tersambar Petir Saat Mandi Hujan
- calendar_month 55 menit yang lalu
- print Cetak

Pelajar berusia 14 tahun meninggal dunia tersambar petir saat mandi hujan di Desa Wek IV, Dusun Kampung Baru, Kecamatan Batangtoru, Tapsel, Sabtu (18/4/2026). (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tapsel, ReportaseNews – Seorang pelajar berusia 14 tahun bernama Ramadhan Nola Sitompul meninggal dunia setelah tersambar petir saat hujan deras melanda Desa Wek IV, Dusun Kampung Baru, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sabtu (18/4/2026) sore.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ketika wilayah tersebut diguyur hujan lebat yang disertai dengan kilatan petir ekstrem.
Kapolsek Batangtoru AKP Penggar M. Siboro mengatakan insiden bermula saat korban tengah beraktivitas di luar ruangan bersama rekan-rekannya di tengah cuaca buruk. Korban saat itu mandi hujan sembari mengambil tebu di area pekarangan depan rumahnya.
“Korban saat itu berada di luar rumah bersama teman-temannya. Mereka mandi hujan sekaligus mengambil tebu di sekitar pekarangan depan rumah korban,” ujar AKP Penggar, Minggu (19/4/2026).
Setelah mengambil tebu, korban dan teman-temannya sempat duduk di depan rumah untuk menikmati hasil petikannya tersebut. Namun, di tengah kondisi cuaca yang berbahaya, petir tiba-tiba menyambar tubuh korban hingga membuatnya tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.
“Korban langsung pingsan di lokasi. Temannya segera berlari memberi tahu orangtua korban,” kata AKP Penggar.
Keluarga yang terkejut segera melarikan Ramadhan ke Puskesmas Batangtoru untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Meski petugas medis telah berupaya memberikan pertolongan pertama yang maksimal, nyawa pelajar tersebut tidak dapat diselamatkan.
“Setibanya di Puskesmas, petugas medis melakukan upaya pertolongan pertama. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia,” kata Kapolsek.
Kapolsek menyatakan kejadian tersebut murni disebabkan faktor alam dan tidak ditemukan adanya unsur lain. Atas kejadian itu, dia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak meremehkan kondisi cuaca ekstrem yang sering terjadi belakangan ini.
“Kami mengimbau masyarakat agar menghindari aktivitas di luar rumah saat hujan deras disertai petir. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegas AKP Penggar.
Jenazah Ramadhan Nola Sitompul diserahkan kepada pihak keluarga dan telah dimakamkan pada Minggu (19/4/2026) siang di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Wek IV, Kecamatan Batangtoru. (Lily)
- Penulis: RN-03



Saat ini belum ada komentar