Tabrakan Maut KRL di Bekasi Timur, 4 Penumpang Meninggal Dunia
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Empat penumpang KRL meninggal dunia dalam tabrakan CommuterLine dan kereta jarak jauh di Bekasi Timur. KAI fokus evakuasi dan penanganan korban. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews — PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengonfirmasi empat penumpang KRL meninggal dunia dalam insiden tabrakan antara CommuterLine dan kereta api jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan jumlah korban masih bersifat sementara.
“Berdasarkan data sementara, terdapat empat orang penumpang KRL yang meninggal dunia,” kata Anne dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
KAI juga menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut. Perusahaan menegaskan komitmen untuk memberikan penanganan maksimal kepada korban serta dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Selain itu, KAI membuka layanan informasi bagi masyarakat melalui WhatsApp 0811-2223-3121 dan Call Center 121 untuk mengetahui perkembangan terbaru terkait insiden tersebut.
Dalam penanganan di lapangan, KAI memprioritaskan proses evakuasi. Anne menegaskan pihaknya tengah berfokus memastikan keselamatan seluruh penumpang dan petugas.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin,” kata Anne.
Ia menambahkan, koordinasi intensif terus dilakukan dengan berbagai pihak terkait guna mempercepat proses penanganan.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” ujarnya.
Berdasarkan informasi awal, rangkaian CommuterLine saat itu tengah berhenti di jalur 1 dengan tujuan Cikarang. Namun, dari arah berlawanan, kereta api jarak jauh masuk ke jalur yang sama dan menabrak rangkaian KRL tersebut.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Sementara itu, upaya evakuasi dan penanganan korban tetap menjadi prioritas utama di lokasi kejadian. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar