Puji MBG, Surat Siswa Dari Sidoarjo Bikin Prabowo Tersentuh
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Seorang siswa MI di Sidoarjo menulis surat menyentuh untuk Presiden Prabowo Subianto usai merasakan manfaat Program Makan Bergizi Gratis di sekolahnya. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Presiden Prabowo Subianto menerima surat menyentuh dari seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darussalam Sidoarjo, Jawa Timur, terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Surat tersebut ditulis oleh Muhammad Marfen, siswa kelas V-D MI Darussalam Sidoarjo. Dalam suratnya, Marfen menyampaikan rasa terima kasih karena telah merasakan langsung manfaat program makan bergizi di sekolahnya.
“Terima kasih Bapak atas makan bergizi gratis. Saya senang menerimanya karena makanannya bergizi,” tulis Marfen seperti dilansir Antara, Sabtu (16/5/2026).
Surat itu diterima Presiden Prabowo saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu. Dalam agenda tersebut, Presiden meresmikan Museum Ibu Marsinah sebagai bentuk penghormatan kepada aktivis buruh sekaligus Pahlawan Nasional, Marsinah.
Selain itu, Kepala Negara juga meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Tak hanya menyampaikan apresiasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis, Marfen juga mengungkapkan keinginannya untuk bertemu langsung dengan Presiden Prabowo. Ia berharap suatu saat dapat mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI di Istana Negara.
“Saya ingin bertemu dengan Bapak Presiden dengan ikut upacara 17 Agustus di Istana Negara, karena cuma bisa melihat di TV,” tulisnya.
Di bagian akhir surat, Marfen turut mendoakan kesehatan Presiden.
“Terima kasih Bapak Presiden, sehat selalu,” tulis Marfen.
Program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo saat ini menyasar peserta didik mulai dari PAUD hingga SMA. Program tersebut juga diperuntukkan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di berbagai daerah di Indonesia.
Bagi banyak pelajar, program itu dinilai bukan sekadar penyediaan makanan di sekolah, tetapi juga bentuk perhatian negara terhadap pemenuhan gizi anak. (RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar