Polri Turunkan Tim Trauma Healing untuk Korban Kecelakaan Kereta Bekasi
- calendar_month 3 menit yang lalu
- print Cetak

Polri mengerahkan tim trauma healing untuk mendampingi korban kecelakaan kereta di RSUD Bekasi, termasuk keluarga korban, guna memastikan pemulihan mental berjalan optimal. (Foto: ReportaseNews/HO-Humas Polda Metro Jaya)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews — Kepolisian melalui Polres Metro Bekasi Kota mengerahkan tim konselor untuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban kecelakaan kereta api di RSUD Kota Bekasi, Rabu (29/4/2026).
Pendampingan ini tidak hanya menyasar korban yang masih menjalani perawatan, tetapi juga keluarga yang turut terdampak secara emosional. Upaya tersebut menjadi bagian dari penanganan terpadu pascakecelakaan.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, menegaskan pemulihan mental korban menjadi hal penting selain penanganan medis.
“Kami ingin memastikan para korban dan keluarga tidak merasa sendiri. Selain penanganan medis, dukungan psikologis juga penting agar mereka bisa lebih kuat menghadapi situasi ini,” kata Kusumo, Kamis (29/4/2026).
Sejumlah korban dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sementara itu, sebagian lainnya telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya membaik.
Untuk korban meninggal dunia, pihak kepolisian memastikan seluruh proses penyerahan kepada keluarga telah dilakukan sesuai prosedur.
Selain layanan konseling, tim juga melakukan pendataan guna mengidentifikasi kebutuhan lanjutan para korban dan keluarga.
“Personel kami akan terus mendampingi dan membantu proses penanganan korban. Polri hadir untuk memberikan rasa aman, kepedulian, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” kata Kusumo.
Langkah trauma healing ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam memastikan pemulihan korban berlangsung menyeluruh, baik secara fisik maupun mental. Pendampingan akan terus dilakukan hingga kondisi psikologis korban dinilai stabil. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar