Momen Langka, Imbas Konflik Timur Tengah Pesawat Asing Banyak Tertahan di Bali
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Konflik Timur Tengah memicu penutupan ruang udara, sejumlah pesawat Emirates dan Qatar Airways tertahan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Ribuan jemaah umrah terdampak. (Foto: Tiktok/unclebald4)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bali, ReportaseNews – Sejumlah pesawat maskapai Timur Tengah dilaporkan parkir lebih lama dari biasanya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Kondisi ini terjadi setelah memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada penutupan dan pembatasan ruang udara di sejumlah negara.
Video yang diunggah akun TikTok unclebald4 memperlihatkan deretan pesawat berbadan lebar terparkir di apron bandara. Dalam rekaman tersebut tampak armada milik Emirates, Qatar Airways, dan AirAsia.
Beberapa pesawat yang terlihat antara lain tipe Airbus A380 dan Boeing 777. Keduanya biasa melayani rute jarak jauh, termasuk penerbangan dari dan menuju kawasan Timur Tengah.
Penundaan terjadi akibat meningkatnya eskalasi konflik setelah serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Operasi yang dinamai Epic Fury itu dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta ratusan warga lainnya.
Ketegangan yang meningkat memicu gelombang penutupan wilayah udara di sejumlah negara kawasan Teluk. Maskapai internasional pun memilih menunda atau membatalkan penerbangan demi alasan keselamatan.
Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor penerbangan komersial, tetapi juga perjalanan ibadah. Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), sekitar 58.000 jemaah Indonesia masih berada di Arab Saudi hingga awal Maret 2026.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Puji Raharjo, menegaskan pemerintah terus memantau situasi.
“Keselamatan jemaah menjadi prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan Kantor Urusan Haji, KJRI Jeddah, dan KBRI Riyadh untuk memastikan seluruh WNI dalam kondisi aman,” ujar Puji.
Ia juga mengimbau para jemaah tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari penyelenggara perjalanan masing-masing.
Situasi geopolitik yang belum stabil membuat jadwal kepulangan jemaah ke Tanah Air berpotensi mengalami penyesuaian. Otoritas terkait menyatakan perkembangan akan terus diinformasikan sesuai kondisi terkini di lapangan. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar