KA Motis Tertemper Mobil di Cilacap, Terlambat Hingga 97 Menit
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

KA Motis Selatan tertemper mobil di perlintasan sebidang Cilacap menyebabkan keterlambatan 97 menit. Pengendara luka serius, KAI soroti minimnya penjagaan. (Foto: RN/Kus)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cilacap, ReportaseNews – Kecelakaan antara kereta api dan sebuah mobil terjadi di perlintasan sebidang JPL 462, petak jalan Kasugihan–Lebeng, Kabupaten Cilacap, Minggu siang. Insiden tersebut menyebabkan keterlambatan perjalanan kereta hingga lebih dari satu jam dan kembali memunculkan sorotan terhadap minimnya penjagaan di perlintasan.
Kereta Api khusus angkutan Lebaran 2026, KA Motis Selatan dengan nomor perjalanan PLB 7711 dilaporkan bertabrakan dengan kendaraan roda empat yang melintas di jalur tersebut. Seluruh penumpang dan kru dipastikan selamat, sementara pengemudi mobil mengalami luka serius dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 5 Purwokerto, As’ad Habibuddin, menyampaikan bahwa keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama meskipun kejadian tersebut berdampak pada operasional perjalanan.
“Seluruh kru dan penumpang dalam kondisi selamat. Namun, kereta mengalami keterlambatan karena harus dilakukan pemeriksaan rangkaian serta penggantian lokomotif,” kata As’ad, Minggu (29/3/2026).
Benturan tersebut mengakibatkan komponen penting pada lokomotif, yakni cow hanger, terlepas sehingga rangkaian tidak dapat langsung melanjutkan perjalanan. Lokomotif pengganti kemudian didatangkan dari Stasiun Maos untuk memastikan perjalanan dapat dilanjutkan secara aman.
Proses pemeriksaan serta penggantian lokomotif membuat KA Motis Selatan mengalami keterlambatan hingga 97 menit. Meski demikian, perjalanan akhirnya kembali normal setelah rangkaian dinyatakan aman untuk beroperasi.
Perlintasan tempat kejadian diketahui merupakan perlintasan resmi yang dijaga secara swadaya oleh masyarakat. Namun saat insiden berlangsung, petugas tidak berada di lokasi. Kondisi ini diduga turut meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.
KAI Daop 5 Purwokerto mengimbau masyarakat agar lebih disiplin saat melintasi perlintasan sebidang. Pengguna jalan diminta berhenti sejenak, memastikan kondisi aman, serta melihat ke kanan dan kiri sebelum melintas.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap aturan di perlintasan kereta api guna mencegah kecelakaan serupa. (Kus)
- Penulis: Kusworo
- Editor: Ullifna Tamama



Saat ini belum ada komentar